Rabu, 21 Oktober 2015

Rangkuman Jurnal Psikologi


Berdasarkan Jurnal Psikologi “Perbedaan Minat dalam Penggunaan Fungsi Internet Berdasarkan Tipe Kepribadian Vol. 3 No. 2, Desember 2005". 
Ditulis oleh P. Tommy Y. S. Suyasa, Fransisca I. R. Dewi, dan Susanti Savitri. 
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta
Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta


PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu dan teknologi pada dasarnya bertujuan untuk mencapai serta memenuhi aspirasi dan kebutuhan manusia dalam memanfaatkan SDM yang tersedia secara efisien. Pada saat ini teknologi media massa telah mengalami perkembangan mulai dari tingkat yang sederhana sampai ke tingkat yang lebih kompleks seperti fasilitas internet. Lewat fasilitas internet seseorang mendapatkan banyak hal. Fungsi internet menjadi dua, yaitu sebagai sarana telekomunikasi dan sarana non telekomunikasi. 
Dan dengan kehadiran teknologi informasi (internet) ini jarak secara fisik dapat dihilangkan. Banyak yang menghabiskan waktunya untuk menggunakan internet di warnet-warnet. Warnet merupakan jasa penyedia fasilitas internet yang belakangan ini dapat dengan mudah ditemukan bagi pengguna internet. Dengan banyaknya rental internet atau warnet, internet semakin mudah diakses dan menambah minat remaja. Minat itu bisa timbul karena faktor eksternal (lingkungan) dan dari faktor internal (kepribadian). Kepribadian oleh Eysenck dibedakan menjadi dua tipe, yaitu introvert dan ekstravert.

PERMASALAHAN
1. Apakah ada perbedaan minat dalam penggunaan fungsi internet antara remaja yang memiliki tipe kepribadian Introvert dan remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert ?
2. Fungsi internet yang manakah paling banyak digunakan antara remaja yang memiliki tipe kepribadian Introvert dengan remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert?

TINJAUAN TEORETIS KEPRIBADIAN
Dengan kepribadian adalah tingkah laku serta sifat-sifat yang dimiliki seseorang yang menjadikannya beda dengan orang lain yang bersifat dinamis. Carl Gustav Jung dan Hans J. Eysenck membedakan kepribadian kedalam dua tipe, yaitu introvert dan ekstravert. 
Kepribadian Introvert adalah individu yang memiliki kecenderungan tingkah laku serta sifat-sifat yaitu tertutup, kurang suka bersosialisasi, lebih menyukai beraktivitas sendiri dibandingkan bersama-sama. Individu yang memilki tipe kepribadian Introvert juga lebih senang melakukan aktivitas yang tenang tidak banyak bergerak seperti membaca buku, hati-hati, terkontrol, pesimis dan bertanggung jawab.
Kepribadian Ekstravert adalah kecenderungan tingkah laku serta sifat-sifat yang dimiliki oleh individu dengan karakteristik sebagai berikut yaitu mempunyai sifat terbuka. senang berteman dengan siapa saja baik dilingkungan yang lama maupun lingkungan yang baru, senang beraktivitas bersama-sama, aktif, tingkah lakunya lebih cenderung dipengaruhi oleh orang lain, ekspresif dan kurang bertanggung jawab.

MINAT
Pada dasarnya minat oleh para ahli dimasukkan sebagai aspek psikologis yang dapat mempengaruhi seseorang untuk menaruh perhatian yang tinggi terhadap kegiatan tertentu dan pada setiap orang belum tentu memiliki minat yang sama, maka tinggi rendahnya minat juga belum tentu sama. Pintrich dan Schunk (dalam Lakilakinto, 2001 h. 40) membedakan minat menjadi tiga yaitu:
1. Minat Pribadi.
2. Minat Situasional.
3. Minat sebagai Keadaan Psikologis. 
Minat memiliki dua aspek yaitu aspek kognitif dan aspek afektif seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut (Laki-lakinto, 2001; Laki-lakinto, 2001):
1.  Aspek Kognitif.
2.  Aspek Afektif.
Minat seseorang akan semakin kuat dan bertahan apabila semakin kuatnya kebutuhan yang ingin terpuaskan. Kemudian semakin sering minat itu dilakukan atau disalurkan melalui kegiatan maka semakin kuatlah minat tersebut. Pengalaman juga membantu remaja untuk menilai minatnya secara lebih kritis dan menilai minat mana yang lebih penting sehingga mereka cenderung menstabilkan minatnya. Minat yang stabil akan mempunyai hubungan yang bermakna dengan aktivitas di masa yang akan datang dan juga memotivasi aktivitas pada saat ini.

INTERNET
Internet adalah jaringan komunikasi global yang terbuka dan menghubungkan ribuan jaringan komputer, melalui sambungan telepon umum maupun pribadi (pemerintah maupun swasta).  Internet mempunyai dua macam fungsi, yaitu berfungsi untuk telekomunikasi dan non telekomunikasi. Sarana-sarana internet yang termasuk berfungsi untuk komunikasi adalah chatting, e-mail pribadi, e-mail news group atau berdiskusi, dan sarana-sarana internet yang termasuk berfungsi non komunikasi adalah browsing tentang buku, browsing tentang artikel, browsing tentang produk, browsing tentang jodoh atau artikel, kemudian download file atau artikel, download program, dan download lagu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat terhadap internet diantaranya:
(a) faktor sarana komunikasi.
(b) faktor sarana informasi.
(c) faktor sebagai adaptasi dari kemajuan teknologi.
(d) faktor dorongan lingkungan.

REMAJA
Istilah remaja atau Adolescence (Inggris) berasal dari bahasa Latin “adolescere” yang berarti tumbuh menjadi dewasa (Hurlock, 1980). Remaja adalah suatu masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa dengan usia 11-21 tahun, disertai dengan proses perubahan fisik, kepribadian, kognitif, psikososial dalam rangka pembentukan identitas diri.
Usia remaja awal adalah 11-15 tahun, usia remaja pertengahan 15-18 tahun dan usia remaja akhir adalah 18-21 tahun. Subyek penelitian ini adalah remaja dalam arti umum yaitu individu dalam usia 11-21 tahun.

KERANGKA BERPIKIR
Kepribadian seseorang mempengaruhi minatnya terhadap suatu obyek tertentu, misalnya teknologi informasi atau internet. Individu yang memiliki tipe kepribadian Introvert memiliki minat yang berbeda terhadap penggunaan fungsi internet bila dibandingkan dengan individu yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert. Tipe kepribadian Introvert cenderung lebih memilih fungsi internet sebagai sarana non telekomunikasi, sedangkan tipe kepribadian ekstravert diasumsikan cenderung lebih memilih fungsi internet sebagai sarana telekomunikasi. 

HIPOTESIS
Hipotesis yang diajukan adalah terdapat perbedaan minat dalam penggunaan fungsi internet antara remaja yang memiliki tipe kepribadian Introvert dan remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert.

METODE PENELITIAN TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan convenience sampling. Peneliti melakukan uji reliabilitas instrumen ukur terlebih dahulu terhadap masing-masing variabel. Hasil uji reliabilitas variabel tipe kepribadian introvert menghasilkan nilai koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,8533. Sedangkan reliabilitas instrumen ukur tipe kepribadian ekstravert menghasilkan nilai koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,8910. Kemudian pada variabel minat, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan metode test-retest. Pengujian reliabilitas instrumen ukur minat dalam penggunaan fungsi internet menghasilkan nilai koefisien Spearman rho pada masing-masing butir antara 0.31 s/d 0.58.

TEKNIK ANALISIS DATA
Pengujian hipotesis dilakukan dengan perhitungan statistik Chi Square dengan bantuan program SPSS versi 13.

PROSEDUR PENELITIAN
Hasil validitas isi dan uji coba alat ukur menghasilkan alat ukur yang digunakan untuk pengambilan data yang berjumlah 67 butir alat ukur tipe kepribadian serta 7 butir alat ukur minat dalam penggunaan fungsi internet. Alat ukur tersebut disebarkan kepada 200 subjek baik laki-laki maupun perempuan mulai dari remaja awal sampai dengan remaja akhir di Jakarta. Pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri X Kemanggisan, pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri Y Kemanggisan, para remaja di Warnet Z Tebet, dan para remaja yang kebetulan ditemui oleh peneliti di kampus-kampus maupun di sekolah.

HASIL PENELITIAN
Subjek yang memiliki tipe kepribadian Introvert sebanyak 58 orang atau 29%  dan subjek penelitian yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert sebanyak 68 orang atau 34 %. Dan sisanya tidak bisa dikategorigakan kedua tipe kepribadian tersebut.
Subyek yang memilih menggunakan sarana Internet sebagai fungsi telekomunikasi dan memiliki tipe kepribadian introvert sebanyak 24 orang atau 19.05%; tipe kepribadian ekstravert sebanyak 40 orang atau 31.75%.
Subyek yang memilih menggunakan sarana Internet sebagai fungsi non-telekomunikasi dan memiliki tipe kepribadian introvert sebanyak 34 orang atau 26.98%;  tipe kepribadian ekstravert sebanyak 28 orang atau 22.22%.

PEMBAHASAN
Remaja yang memiliki tipe kepribadian Introvert lebih memilih fungsi non telekomunikasi, yaitu browsing dan download. Sementara itu remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert cenderung lebih memilih fungsi internet telekomunikasi, yaitu chatting dan e-mail pribadi.

KESIMPULAN
Hipotesis nol penelitian ditolak pada tingkat signifikasi 10%, dengan demikian hipotesis alternatif diterima, artinya terdapat perbedaan minat dalam penggunaan fungsi internet antara remaja yang memilki tipe kepribadian Introvert dan remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert. Remaja yang memilki tipe
kepribadian Introvert cenderung memilki minat pada fungsi non-telekomunikasi, sedangkan remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert memiliki minat pada fungsi telekomunikasi.

SARAN UNTUK PENELITIAN LEBIH LANJUT
Peneliti menyarankan untuk membahas lebih mendalam lagi mengapa seseorang lebih memilih lebih memilih objek minat yang satu daripada objek minat yang lain. Kemudian lebih memperbanyak teori tentang internet agar lebih mendalam sehingga bisa lebih mengetahui tentang internet beserta fungsinya lebih terperinci. Dan pada saat pengambilan data disarankan untuk lebih memperhatikan waktu yang tepat untuk mengambilan data subjek agar hasil penelitian menjadi lebih baik.


                                               ********************

TAMBAHAN DARI PERANGKUM
Kelebihan Jurnal : 
1. Topik bahasan sangat menarik.
2. Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami.
3. Teori yang digunakan jelas dan lengkap.
4. Hasil penelitian dijabarkan dengan lengkap.

Kekurangan Jurnal :
1. Terlalu banyak teori dan bahasan yang diulang-ulang.
2. Subyek yang tidak masuk kedua tipe kepribadian tidak dijelaskan secara rinci. 

Saran :
Untuk penelitian lebih lanjut saya sarankan menggunakan alat tes untuk mengukur tipe kepribadian, agar hasil yang diperoleh akurat. Selain itu subyek yang tidak masuk kedua tipe kepribadian sebaiknya dijelaskan lebih rinci, dan diikutsertakan dalam hasil penelitian. Sebaiknya diperhatikan waktu yang tepat saat pengambilan data agar hasil yang diperoleh akurat. 









  

Rabu, 30 September 2015

Sosial Media yang Sering Digunakan dan Dampak Positif dan Negatif dari Internet

sumber : google

Awal saya mengenal Sosial Media adalah dari teman saya, saat itu teman saya membuatkan akun Facebook. Dulu semua orang menggunakan Facebook setiap harinya, tapi kini penggunaan Facebook sudah mulai berkurang. Karena sudah banyak Sosial Media lain yang konten isinya lebih menarik dari Facebook. Misalnya seperti Twitter, Path, Instagram, Snapchat, Ask.fm, dan masih banyak lagi.
                Berikut ini adalah Sosial Media yang paling sering saya kunjungi :
  1. Instagram        : Sosial media ini berisi foto-foto. Dari mulai foto selfie, pemandangan, karya seni, bahkan produk jualan. Biasanya saya membuka Instagram untuk melihat artis kesukaan saya atau sekedar mencari informasi dan inspirasi. Kadang juga saya menggunakan Instagram untuk mencari baju di online shop.
  2. Line                 : Sosial media ini biasanya digunakan untuk chatting. Line lebih sering digunakan oleh remaja karena memiliki fitur stiker yang lucu. Dan tampilannya juga sangat berwarna sehingga sangat menarik untuk dilihat. Biasanya saya menggunakan Line untuk chatting dengan teman dan juga mencari informasi di grup kelas. Atau sekedar melihat timeline yang berisi artikel-artikel menarik.
  3. Ask.fm              : Di Ask.fm kamu bisa bertanya apapun langsung ke pemilik akun, dengan nama akun kamu ditampilkan atau tidak ditampilkan (anonim). Akun ini lebih sering saya gunakan untuk mencari informasi menarik yang belum pernah saya baca. Atau membaca cerita-cerita lucu dari sebuah akun yang terkenal. Tapi terkadang karena memiliki fitur anonim ada saja yang menyalahgunakan untuk men-judge seseorang.  Bahkan saya pun pernah menjadi korbannya. Tapi ada juga yang benar-benar mencari informasi secara benar dan menggunakan bahasa yang sopan. Di Ask.fm banyak ditemukan cerita-cerita unik pemilik akun yang berdasarkan pengalamannya sendiri.
  4. BBM             : Biasanya saya menggunakan BBM untuk chatting dengan teman. Tapi penggunaannya tak sesering Line. Karena menurut saya fitur dan tampilan di BBM tidak terlalu menarik, sehingga saya mudah bosan dengan aplikasi ini.
  5. Path                  : Di Path kamu bisa meng-update dimana saat ini kamu berada, listening lagu yang sedang kamu suka atau update foto. Tapi saya sangat jarang meng-update Path , biasanya saya hanya melihat-lihat update-an teman dari home Path saya. Karena menurut saya konten Path kurang menarik dan sedikit terlihat seperti pamer atau semacamnya (mungkin hanya perasaan saya saja, maaf bila ada yang tersinggung).
  6. Twitter              : Sesudah Facebook, Twitter adalah akun media sosal kedua yang saya miliki. Walau sekarang saya jarang membuka Twitter tapi kalau sedang iseng saya suka membaca update-an teman saya di Twitter. Biasanya saya menggunakan Twitter untuk curhat. Karena menurut saya kini Twitter sudah jarang dibuka jadi tak terlalu banyak yang melihat curhatan saya. Ya walaupun sama saja sih curhat di media sosial pasti dilihat orang banyak.
  7. Facebook         : Facebook biasanya saya gunakan untuk mencari informasi seseorang yang baru saya kenal atau teman lama yang sudah jarang saya temui. Di akun ini juga banyak artikel menarik untuk dibaca. Atau sekedar baca status dan melihat foto teman-teman Facebook saya. 
                Biasanya saya membuka sosial media melalui handphone. Kenapa saya lebih sering membuka melalui handphone? Karena menurut saya handphone lebih praktis digunakan saat keadaan terdesak maupun saat santai. Dalam penggunaan internet, saya merasakan dampak positif dan negatif. Sebenarnya banyak sekali dampak positif dari internet yaitu seperti memudahkan saya untuk mencari informasi dunia luar yang tidak saya dapat ditelevisi atau surat kabar. Internet juga memudahkan saya dalam menyelesaikan tugas-tugas saat sekolah maupun kuliah. Terkadang saya juga mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan hobi yang sedang saya tekuni. Internet juga memudahkan saya untuk mencari informasi tentang teman yang tidak saya ketahui tanpa perlu bertanya langsung ke orangnya. Kalau sedang tidak sibuk biasanya saya menggunakan internet untuk menonton film secara online. Sehingga waktu luang saya bisa terisi.
                Sedangkan dampak negatif yang saya rasakan dalam penggunaan internet adalah saya sering membuang-buang waktu percuma untuk sekedar mengecek akun media sosial yang saya punya. Banyak juga konten pornografi yang saya temui saat ingin mengakses internet, padahal konten itu tidak sesuai dengan informasi yang saya cari. Banyak penipuan yang dialami masyarakat saat menggunakan internet. Masyarakat kini seperti terpaku pada internet saja tanpa melihat sisi lain kehidupan yang sebenarnya. Bahkan plagiat kini lebih mudah mendapatkan bahan untuk ditiru tanpa mencantumkan nama asli dari karya tersebut.

Pemanfaatan Internet untuk Pertama Kali

sumber : google
Kini internet kian menjamur dikalangan masyarakat, dari mulai golongan atas hingga ke golongan bawah secara ekonomi. Internet bukan lagi hal yang tabu di Indonesia. Bahkan kini, saat diluar rumah pun kita dengan mudahnya menemukan jaringan internet. Tempat umum seperti café misalnya sudah menyediakan fasilitas hotspot gratis. Internet kemudian berkembang menjadi kebutuhan yang wajib kita dapati setiap harinya.
                Saya ingat dulu saat duduk dibangku SD, saya sudah diajari tentang internet. Tapi saat itu saya belum mencoba pemanfaatannya karena jaringan internet yang masih mahal sehingga saya hanya belajar internet secara teori. Beda halnya saat dibangku SMP, saya sudah merasakan penggunaan internet secara langsung. Saat itu saya memanfaatkan internet untuk mencari informasi tugas sekolah. Semua informasi tugas saya dapatkan dari google.
                Dulu setiap akhir pekan saya selalu pergi ke Warnet (Warung Internet). Kadang bersama teman kadang juga sendirian. Biasanya disana saya bermain Facebook. Sekedar melihat status atau foto-foto update-an teman, atau bermain game yang disediakan di Facebook. Kadang juga saya membuka Youtube untuk menonton video clip artis kesukaan saya. Dan bermain game online bersama adik atau teman sebaya.
                Berbeda dengan sekarang, jaringan internet kini sudah ada di rumah masing-masing. Saya sudah tidak perlu pergi ke Warnet untuk mengakses internet. Selain itu juga internet sudah tidak semahal dulu. Jika ingin ke Warnet saya harus menabung dulu, sekarang saya tidak perlu menabung karena internet sudah dibayar setiap bulannya oleh orang tua saya. Sehingga jika ada tugas mendadak, saya bisa dengan cepat dan mudah mencarinya di internet.

Minggu, 03 Mei 2015

Tugas Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan

A. Keberbakatan dan Kreativitas
1. Jelaskan pengertian keberbakatan!
Keberbakatan adalah kemampuan intelektual atau kecerdasan, diantaranya meliputi kemampuan intelektual musik, matematika, fisika, kimia, bahasa dan berbagai tingkat kecerdasan di berbagai bidang lainnya yang kemampuannya jauh di atas rata-rata anak seusianya.
2. Jelaskan pengertian kreativitas!
Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan/konsep baru atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada.
3. Jelaskan hubungan pengertian keberbakatan dan kreativitas!
Konsepsi “ Three-Ring Conception” dari Renzulli dan kawan – kawan ( 1981), yang menyatakan bahwa tiga ciri pokok yang merupakan kriteria ( persyaratan) keberbakatan ialah keterkaitan antara :
a. Kemampuan umum di atas rata – rata,
b. Kreativitas di atas rata – rata, dan
c. Pengikatan diri terhadap tugas ( task commitment cukup tinggi)
Kreativitas dan keberbakatan merupakan dua hal yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang. Seseorang yang mempunyai kreativitas, pasti orang tersebut memiliki bakat. Tetapi orang yang berbakat belum tentu memiliki kreativitas.
B. Pembelajaran Anak Berbakat
  1. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri anak berbakat!
  • Si anak memiliki ciri khas. Anak yang memiliki ciri khas biasnya akan nampak saat dirinya sedang bermain besama teman-teman sebayanya. Si anak akan bertingkah laku yang lebih dewasa sehingga kerika bermain dengan teman seusianya cenderung memisah. Namun, bukan berarti si anak tak mau bermain dan berkumpul dengan teman seusianya. Si anak sangat bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  • Si anak memiliki cara belajar yang berbeda. Si anak cenderung tidak bisa diam dan aktif terhadap hal-hal baru. Selain itu, si anak juga lebih suka untuk mengeklspelor dan mempelajari lebih lanjut sesuatu yang ada di sekelilingnya. Namun ketahuilah bahwa tidak mau diam bukan berarti si anak hiperaktif.
  • Gaya bahasanya lebih dewasa. Si anak lebih cepat menyerap bahasa orang dewasa dan menirukannya. Untuk itu, jangan heran jika ada anak yang mengikuti perkataan orang dewasa bahkan menirukannya. Selain itu,  si anak akan lebih cepat untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.
  • Si anak memiliki kosakata yang banyak. Karena kemampuannya untuk menyerap bahasa lebih cepat, si anak jadi memiliki kosakata yang lebih banyak. Dengan begitu, si anak jadi mengerti kata-kata yang diucapkan kepadanya. Bahkan, si anak bisa menyebutkan secara terperinci baik itu mengenai benda atau saat menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya.
  • Si anak memiliki keterampilan yang lebih. Keterampilan lebih yang dimilikinya itu, seperti memakai baju sendiri, memegang benda dengan posisi yang benar tanpa kesulitan, dan keterampilan lainnya. Namun ketahuilah bahwa keterampilan itu bisa saja dimiliki si anak asalkanAnda mau melatihnya dengan cara berenang, bermain tenis, dan olahraga lainnya. Dengan berolahraga bisa melatih kemampuan motorik kasarnya.
  • Si anak gemar mengoleksi benda. Anak berbakat akan lebih senang untuk mengumpulkan benda-benda kesukaannya. Misalnya, mainan, baju, hiasan, dan lain sebagainya. Hal tersebut dikarenakan si anak menyukai bentuknya, warnanya, serta modelnya. Tak heran jika si anak gemar memilih-memilih atau mengelompokkan benda-benda kesukaannya itu.
  • Si anak gemar membaca. Saat usia si anak 1 tahunan, dirinya akan mampu untuk membedakan gambar yang posisinya terbalik. Selain si itu, si anak juga akan menunjukkan gerakan kepala dari kiri ke kanan seolah-olah dirinya sedang membaca. Ketahuilah bahwa hampir 50 persen anak yang berbakat sudah bisa membaca sejak usianya 2-2,5tahun.Untuk merangsang anak agar suka membaca, Anda juga bisa melatihnya dengan mendongengkan buku atau sering bercerita kepadanya.
  • Memiliki kemampuan logika. Anak berbakat akan mudah memahami benda-benda yang besar dan kecil, serta membedakan banyak dan sedikit. Selain itu, si anak juga mengerti mengenai berapa lama, berapa jauh, dan berapa banyak. Dan anak berbakat juga bisa membedakan atas dan bawah, kiri dan kanan, serta maju dan mundur.
  • Memiliki daya ingat yang cukup baik. Daya ingat anak berbakat sangat tinggi. Misalnya, si anak mampu mengingat kejadian yang sudah lama dan mampu untuk mengungkapkannya kembali dengan baik.
  • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Anak berbakat cenderung lebih banyak bertanya terhadap apa yang belum dimengerti. Jika si anak banyak bertanya pada apa yang tidak diketahuinya, maka sebagai orangtua Anda harus memberikan jawaban untuknya. Berilah jawaban dengan baik dan jangan biarkan si anak tanpa jawaban.
  • Pandai bersosialisasi. Anak berbakat akan lebih senang untuk bermain dengan teman di atas usianya. Dirinya akan merasa nyaman bermain dengan teman yang usianya lebih tua darinya. Sedangkan, saat bermain dengan teman seusianya si anak akan merasa tidak nyaman.
  • Memiliki energi yang kuat. Setiap beraktivitas, si anak selalu bersemangat karena dirinya memiliki energi yang kuat. Untuk itu, jangan heran jika si anak kurang tidur siangnya.
2. Jelaskan penerapan pembelajaran anak berbakat menurut teori Barbe dan Ranzulli!
Menurut Renzulli keberbakatan mencakup tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu kecakapan diatas rata-rata, kreativitas dan komitment pada tugas. Renzulli meyakini bila faktor-faktor ini menyatu dalam diri individu, hasilnya adalah orang yang benar-benar berbakat dalam kinerja yang luar biasa dan sumbangan sangat besar pada masyarakat. Risetnya menunjukan bahwa secara konsisten orang-orang yang mendapat pengakuan karena prestasi dan kontribusi kreatif mereka yang unik, memiliki tiga kelompok ciri-ciri yang berpautan,yaitu kemampuan umum diatas rata-rata, kreativitas dan pengikatan terhadap tugas. Jadi memiliki salah satu kelompok ciri, misalnya inteligensi tinggi, belum mencerminkan keberbakatan. Meskipun dua kawasan yang mendampingi kemampuan intelektual adalah kawasan non-intelektual, namun kawasan nonintelektual ini sangat menentukan kinerja intelektual seseorang. Karenanya ketiganya saling berinteraksi “three-ring-interaction”.
3. Jelaskan mengenai kegunaan kurikulum berdiferensiasi dan apa perbedaannya dgn kurikulum yg umum?
Penanganan anak-anak berbakat atau cerdas dengan program pengayaan dan percepatan penuh banyak memiliki kelemahan-kelemahan yang merugikan anak itu sendiri, maka telah dikembangkan kurikulum alternative yaitu berdiferensiasi (differentiated instruction ). Pendekatan ini menghendaki agar kebutuhan  berbakat dilayani di dalam kelas regular. Program ini menawarkan serangkaian pilihan belajar pada  berbakat dengan tujuan menggali dan mengarahkan pengajaran pada tingkat kesiapan, minat, dan profil belajar yang berbeda-beda.Kurikulum berdiferensiasi sangat penting ditekankan untuk anak berbakat. Kurikulum ini memiliki tiga level kurikulum yaitu:
  • Prescribed Curriculum and Instruction. Level pertama, prescribed curriculum and instruction adalah kurikulum yang dikembangkan oleh standard lokal dan tidak menyediakan kesempatan untuk strategi belajar yang cocok untuk  berbakat.
  • Teacher-Differentiated Curriculum. Pada level kedua, teacher-differentiated curriculum, guru memodifikasi kurikulum yang telah ada menjadi kurikulum yang menarik dan menantang untuk berbakat. Disini, murid tidak hanya dipandang sebagai seorang ‘murid’ saja, tetapi murid adalah pembelajar aktif.
  • Learner-Differentiated Curriculum. Level ketiga, learner-differentiated curriculum, adalah level tertinggi dimana murid berbakat dianggap sebagai “producers of knowledge”, bukan hanya “consumers of knowledge”. Level ini mendukung perkembangan self-discovery, self-esteem, kreativitas, dan otonomi. Selain perkembangan kognitif, pada level ini jug mengembangkan faktor sosial dan emosional murid.
Perbedaan penerapan kurikulum differensiasi dengan kurikulum umum, yaitu:
  • Konten. Muatan atau materi yang diberikan kepada anak berbekat berbeda-beda sesuai dengan minat dan kemampuan anak.
  • Proses. Proses belajar anak berbakat, entah itu waktu maupun caranya, dibedakan dengan anak umumnya sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
  • Produk. Dalam hal penugasan, anak berbakat diberikan beban produk yang lebuh rumit dan kompleks daripada anak umum. Produk belajar itu sendiri dapat berupa lisan, tulisan, ataupun benda
Sumber


Kamis, 09 April 2015

Belajar-Mengajar Kreatif

Kali ini, saya akan membahas tentang belajar-mengajar kreatif menurut kelompok sayaa..
Menurut saya dan kelompok saya, belajar mengajar kreatif dapat dilakukan dengan beberapa cara dan kriteria, yaitu:
1. Dengan cara observasi langsung
Jadi, dengan melakukan observasi, anak didik dapat melihat dan mengalami langsung keadaan tersebut serta mendapatkan informasi dari objek secara langsung sehingga informasi yang didapatkan masih bersifat original atau belum tercampur dengan pendapat orang lain. Selain itu anak didik juga dapat melihat langsung materi yang mereka pelajari, sehingga anak didik dapat menyerap informasi tersebut dengan maksimal dan menerapkan hal-hal positif dari informasi tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.
2. Metode Diskusi
Metode diskusi dapat dilakukan agar terjadi interaksi antar anak didik, sehingga anak didik dituntut untuk aktif dan sigap. Hal ini tentu saja menimbulkan dampak yang positif, anak didik dapat menambah wawasan dan pengetahuan melalui cara diskusi tersebut, serta anak didik akan menjadi lebih interaktif dalam mengemukakan pendapat.
3. Metode Simulasi/Permainan
Selain metode diskusi, metode lain yang dapat digunakan yaitu metode simulasi atau permainan. Metode Simulasi adalah suatu metode pelatihan yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan sebenarnya, sehingga anak didik dapat merasakan bagaimana rasanya jika berada dalam keadaan tersebut.