Rabu, 11 Januari 2017

TRAINNER


Trainner bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan staf dan pengembangan, dan untuk perencanaan, pengorganisasian dan mengawasi pelatihan yang tepat.
Job Description :
1. Melakukan survei evaluasi pekerjaan
2. Penghubung dengan manajer dan mewawancarai karyawan di semua tingkatan untuk mengidentifikasi dan menilai kebutuhan pelatihan dan pengembangan
3. Memberikan dan mengawasi pelatihan individu atau kelompok karyawan
4. Kompilasi dan menyajikan informasi
5. Melaksanakan, memberi nasihat dan pemantauan tentang skema penilaian
6. Pengawasan dan pemantauan kemajuan yang dibuat melalui program pelatihan atau skema
7. Memastikan karyawan mendapatkan pelatihan yang diperlukan hukum
8. Merancang dan menilai program pelatihan.

Job Spesification :
1. Lulusan dari semua jurusan di perguruan tinggi. Lebih diutamakan jurusan psikologi, manajemen, dan bisnis.
2. Mampu membentuk hubungan yang baik
3. Keterampilan organisasi yang efektif
4. Keterampilan kerja tim
5. Kemampuan interpersonal
6. Mudah didekati

Daftar Pustaka :
https://targetjobs.co.uk/careers-advice/job-descriptions/279495-training-and-development-officer-job-description

PUBLIC RELATION


Job Description dari Public Relation adalah menggunakan berbagai media untuk membangun dan mempertahankan citra yang baik bagi perusahaan, organisasi atau merek melalui kampanye publisitas yang direncanakan dan aktivitas Public Relation.
Tugas lainnya termasuk:
1. Perencanaan strategi publisitas dan kampanye
2. Menulis dan memproduksi presentasi dan siaran pers
3. Berurusan dengan pertanyaan dari masyarakat, pers, dan organisasi terkait
4. Mengorganisir acara promosi seperti konferensi pers, hari terbuka, pameran, wisata dan kunjungan
5. Berbicara secara terbuka di wawancara, konferensi pers dan presentasi
6. Menyediakan klien dengan informasi tentang peluang promosi baru dan kampanye PR saat ini
7. Menganalisis liputan media
8. Komisioning atau melakukan riset pasar yang relevan
9. Penghubung dengan klien, manajerial dan jurnalistik staf tentang anggaran, rentang waktu dan tujuan
10. Merancang, menulis dan / atau memproduksi presentasi, siaran pers, artikel, leaflet, laporan, brosur publisitas, informasi untuk situs web dan video promosi.

Job Spesification :
1. Lulusan perguruan tinggi atau lulusan sekolah
2. Lulusan dari semua jurusan di perguruan tinggi
3. Pengalaman kerja yang diperoleh dalam perdagangan public relation, pemasaran, penggalangan dana, promosi acara, atau jurnalisme
4. Keterampilan komunikasi yang baik, baik lisan maupun tulisan
5. Keterampilan interpersonal yang sangat baik
6. Kemampuan IT yang baik
7. Kemampuan presentasi
8. Prakarsa
9. Kemampuan untuk memprioritaskan dan merencanakan secara efektif
10. Kreativitas



Daftar Pustaka :
https://targetjobs.co.uk/careers-advice/job-descriptions/278247-public-relations-pr-officer-job-description

Sabtu, 07 Januari 2017

Tugas 1 : Psikologi Manajemen

A. Psikologi Manajemen

Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu), sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) manajemen adalah orang yg mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran atau orang yg berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.
Dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi manajemen adalah suatu studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi manajeman untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan misalnya perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya, tanpa adanya manajemen tentu semua tidak akan berjalan dengan baik. Dengan kita me-manage hal hal tersebut, tentu kita jadi bisa melakukan hal tersebut dengan baik dan tertata.
Ilmu psikologi berpusat pada manusia, dan mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan. Dengan adanya psikologi manajemen, kinerja SDM akan terkontrol dengan baik dan tingkat produktivitas meningkat.


B. Organisasi

Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
• Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
• James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
• Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
• Stephen P. Robbins menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Organisasi dalam arti Statis merupakan wadah atau tempat kegiatan administrasi dan manajemen berlangsung, dengan gambaran yang jelas tentang saluran hirarki daripada kedudukan, jabatan wewenang, garis komando dan tanggung jawab.
Sedangkan organisasi dalam arti Dinamis merupakan proses kerjasama antara orang-orang yang tergabung dalam suatau wadah tertentu umtuk mencapai tujuan bersama seperti yang telah ditetapkan secara bersama pula. Dalam arti paling umum, psikologi organisasi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku individu dan perilaku kelompok dalam aturan organisasi formal.
Karakteristik Organisasi (Nicholas Henry, 1988 : 73):
1. Punya maksud tertentu, dan merupakan kumpulan berbagai manusia
2. Punya hubungan sekunder (impersonal)
3. Punya tujuan yang khusus dan terbatas
4. Punya kegiatan kerjasama pendukung
5. Terintegrasi dalam sistem sosial yang lebih luas
6. Menghasilkan barang dan jasa untuk lingkungannya dan sangat terpengaruh atas setiap perubahan lingkungan.

C. Aktivitas Sumber Daya Manusia

Aktivitas sumber daya manusia (human resources activities) adalah berbagai tindakan yang diambil untuk menyediakan dan mempertahankan tenaga kerja yang efektif bagi organisasi, yaitu berupa program yang dirancang untuk merespon tujuan sumber daya manusia dan dikelola untuk mencapai tujuan tersebut.
Ada tiga hal yang patut ditekankan dalam aktivitas sumber daya manusia, diantaranya :
a) Manajemen sumber daya manusia yang efektif adalah yang berorientasi kemasa depan dan proaktif.
b) Manajemen sumber daya manusia yang efektif berorientasi pada tindakan yang lebih menekankan pada solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi.
c) Sebatas dimungkinkan, manajemen sumber daya manusia haruslah memperlakukan setiap karyawan sebagai individu dan merancang program yang sesuai dengan keunikan masing-masing individu. Manajemen sumber daya manusia menempatkan upayanya, menggunakan anggarannya, dan mengerahkan tenaganya pada aktivitas yang dirancang untuk menyediakan sekumpulan orang yang terlatih dengan baik dikembangkan dengan baik, termotivasi dan terlindungi dari bahaya, sehingga mereka dapat menghadapi beragam tantangan di masa depan.
Untuk mencapai sasaran tersebut, manajemen SDM haruslah terdiri dari aktivitas-aktivitas yang saling berkaitan. Aktivitas SDM adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan dan Analisis SDM
Aktivitas perencanaan ini dilakukan untuk mengantisipasi kekuatan yang akan mempengaruhi pasokan dan permintaan akan tenaga kerja. Sedangkan, aktivitas analisis dan penilaian selektivitas SDM juga penting dilakukan sebagai bagian dari menjaga daya saing organisasi. Dukungan informasi akurat dan tepat waktu yang didapatkan dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ini.
2. Kesetaraan Kesempatan Bekerja
Kepatuhan pda hukum dan peraturan Kesetaraan Kesempatan Bekerja (Equal Employment Opportunity - EEO) mempengaruhi aktifitas SDM lainnya dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen SDM. Contohnya, perencanaan SDM harus memastikan sumber tenaga kerja yang bervariasi untuk memenuhi jumlah tenaga kerja yang ditetapkan oleh hukum dan peraturan. Selain itu, pada saat perekrutan, seleksi dan pelatihan, semua manajer harus mengerti peraturan ini.
3. Perekrutan/Staffing
Sasaran perekrutan adalah untuk menyediakan pasokan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Dengan mengerti apa yang dilakukan oleh tenaga kerja, analisis perkerjaan (job analysis) adalah dasar dari fungsi perekrutan. Dari sini, uraian pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job spesification), dapat dipersiapkan untuk proses perekrutan. Proses seleksi sangatlak menekankan pada pemilihan orang yang memenuhi kriteria persyaratan (qualified) untuk mengisi lowongan pekerjaan.
4. Pengembangan SDM
Pekerjaan pasti akan berevolusi dan berubah, karena itu diperlukan pelatihan yang berkesinambungan untuk tanggap pada perubahan teknologi. Pengembangan semua tenaga kerja, termasuk pengawas (supervisor) dan manajer, diperlukan untuk menyiapkan organisasi menghadap tantangan ke depan. Perencanaan Karir (Career Planning) mengidentifikasi jalur dan aktivitas setiap individu yang berkembang di suatu organisasi.
5. Kompensasi dan Keuntungan
Kompensasi diberikan pada tenaga kerja yang melakukan kerja organisasi seperti pembayaran (pay), insentif (incentive), dan keuntungan (benefits). Perusahaan harus mengembangkan dan selalu memperbaiki sistem upah dan gaji. Program insentif seperti pembagian keuntungan dan penghargaan atas produktivitas semakin banyak dilakukan. Peningkatan biaya pada keuntungan, contohnya pada keuntungan pemeliharaan kesehatan, selalu menjadi isu penting.
6. Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja
Kesehatan dan keselamatan fisik serta mental tenaga kerja adalah hal yang utama. Occupational Safety and Health Act (OSHA) atau Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja telah membuat organisasi lebih tanggap atas isu kesehatan dan keselamatan. Pertimbangan tradisional atas keselamatan kerja terfokus pada mengurangi atau menghapuskan kecelakaan kerja. Pertimbangan lain adalah pada isu kesehatan yang timbul pada lingkungan kerja yang berbahaya seperti resiko terkena bahan kimia atau teknologi baru. Keamanan tempat kerja juga semakin penting karena kekerasan tidak jarang terjadi di sini.
7. Hubungan Tenaga Kerja dan Buruh/Manajemen
Hak-hak tenaga kerja harus diperhatikan, tidak peduli apakah ada atau tidak ada serikat tenaga kerja. Komunikasi dan pembaharuan kebijakan dan peraturan SDM sangat penting untuk dikembangkan sehingga manajer dan tenaga kerja tahu apa yang diharapkan dari mereka.

SUMBER:
http://debbysriayulestari.blogspot.co.id/2015/09/psikologi-manajemen-pengertian.html
indryawati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/28361/Psikologi+Manajemen+Rini.ppt
mella.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27585/Manajemen_Sumber_Daya_Manusia.doc
https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
https://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi
http://nissagreat.blogspot.co.id/2010/07/aktivitas-manajemen-sumber-daya-manusia.html
http://rahmanhadid.blogspot.co.id/2015/09/pengertian-psikologi-manajemen-dan.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
https://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi
yohanes_ari.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/47840/4+sdm.pdf


Sabtu, 05 November 2016

Angan Harapan

Aku ingin menjadi satu-satunya yang kau cari ketika kecewa, sedih, juga bahagia. Aku ingin menjadi satu-satunya yang kau genggam erat jemarinya. Aku ingin menjadi satu-satunya yang kau nanti kepulangannya. Aku ingin menjadi satu-satunya yang kau peluk erat ketika rindu menerpa. Aku ingin menjadi satu-satunya yang kau kirimi kabar. Aku ingin menjadi satu-satunya yang kau tatap dengan penuh perhatian. Aku ingin menjadi satu-satunya yang kau percaya untuk berbagi keluh kesah dan bahagia. Aku ingin menjadi satu-satunya yang kau pilih sebagai tambatan hati. Aku ingin menjadi satu-satunya dan terakhir untukmu... Biarkan aku tetap berangan-angan. Bukankah hidup itu tempat bermimpi. Selama ada kamu.. Selama masih ada kata kita diantara kau dan aku. Biarkanlah tetap seperti ini. 051116

Kamis, 02 Juni 2016

Ibu

Terkadang saat ibu berulang tahun aku sempat berfikir. Harus bahagia atau malah sedih karena ibu bertambah tua. Aku tak sanggup membayangkan hidup tanpamu. Memang terkadang aku bosan mendengar omelanmu, padahal itu adalah petuah berharga untuk hidupku kelak. Ibu, aku memang tak pandai merangkai kata. Ingin sekali aku menciummu dan mengatakan aku sangat mencintaimu. Se-menyebalkannya dirimu, engkau tetap ibuku yang selalu ada disetiap doa-ku. Aku memang tak pandai mengungkapkan rasa cintaku. Tapi ketahuilah ibu, aku sangat mencintai dirimu. Ibu, betapa aku sangat ingin mengungkapkan ini langsung dihadapanmu. Hanya saja aku masih merasa kaku saat ingin melakukan itu. Selamat ulang tahun ke 51 Ibu. Aku berharap Ibu panjang umur, agar aku bisa membalas sedikit jasa Ibu yang tak terkira dalam membesarkanku.

Jumat, 25 Maret 2016

Dilema

Seindah-indahnya kesalahan tetap saja namanya tak berubah, selalu kesalahan.
Kenapa dikatakan kesalahan?
Bukankah kesalahan hanya sebuah persepsi semata?
Coba tanyakan ke seluruh dunia, tak semua menyetujui bahwa itu kesalahan.
Tapi apakah kamu hidup diberbagai belahan dunia?
Tentu saja tidak. Kamu hidup disalah satunya.
Norma aturan masyarakat dan agama disekitarmulah yang akan membimbingmu.
Tapi apakah jatuh cinta perlu norma?
Ketika kamu untuk pertama kalinya merasakan kesalahan mencintai.
Seseorang yang seharusnya kamu cintai sewajarnya, sebagai mana layaknya masyarakat menganggap.
Tapi entah mengapa perasaan itu diam-diam merasukimu.
Membuatmu bingung.
Rasa itu hadir begitu saja saat bersama dia.
Rasa yang berbeda saat bersama orang lain.
Selalu ingin bersamanya, memandanginya diam-diam.
Mencoba mengingat caranya tertawa.
Ah, betapa itu adalah kesalahan yang teramat indah.
Tapi tak bisa terpungkiri.
Kesalahan tetap kesalahan walaupun kamu selalu mencoba menyangkalnya.

Sabtu, 09 Januari 2016

Berbeda

Aku tak akan sama seperti saat terakhir kita bertemu. Seorang yang bodoh yang bisa kamu permainkan hatinya. Yang selalu kamu acuhkan pedulinya. Aku tak akan mengulangi kesalahan hingga ketiga kalinya. Yaa, karena aku pernah jatuh kedua kalinya karena mulut manismu. Mungkin jika nanti kita bertemu lagi. Jangan kau harap aku masih sama seperti kemarin. Setiap kesakitanku yang kau toreh membuatku menjadi semakin kuat. Jangan salahkan aku jika aku tak mempercayaimu lagi. Aku hanya ingin menghindar dari segala kemunafikan yang kau punya. Aku tak mau memiliki tambahan alasan untuk membencimu. Aku bersyukur, kita tidak pernah bersatu. Entahlah, mungkin saat itu aku sedang khilaf.
 Mencintaimu adalah sebuah kesalahan. Kesalahan yang bisa aku petik hikmahnya untuk memperbaiki diri ini. Kamu boleh membenciku, aku boleh membencimu. Bukankah antara benci dan cinta perbedaannya hanya setipis benang? Aku mencintaimu tanpa harap, tapi kemudian kamu berikan harapan. Harapan yang membuat aku semakin tenggelam. Aku belajar untuk berenang, mencari udara agar aku tetap hidup. Dan akhirnya aku berhasil keluar dari lautan duka. Jangan lagi pernah kamu coba menenggelamkanku atau bahkan jangan coba menolongku untuk menjatuhkanku. Karena aku kini bukan seperti yang kau kenal dulu. Aku yg bodoh sudah hilang dan jangan coba kau temukan..