Sabtu, 15 September 2018

Nasihat

Untuk hati yang sering kali terlupakan
Bersabarlah untuk menanti
Atau cepat pergi sebelum berlarut sedih

Untuk hati yang sering kali dihujami rintih
Sesekali tengoklah ke kiri
Sadari bahwa ada yang lebih tersakiti

Untuk hati yang tak pernah diprioritasi
Bukankah salah memilih tambatan hati?
Mungkin pergi adalah jawaban terhakiki

Untuk hati yang kian gundah
Santai sedikit menikmati hari
Tak perlu khawatir untuk hal yang belum terjadi

Untuk hati yang diam-diam terkhianati
Mengikhlaskan dia pergi lebih baik
Dibanding hati mu dihujani sepi


Sabtu, 04 Agustus 2018

Luka Lara

Kala badai kian menerpa
Bangunan kokoh tak kuasa lagi bertahan
Kala ditemani sinar rembulan
Aku.. yang kian nestapa

Luka lama kembali terbuka
Berdarah, bernanah
Sesegukan aku melawan sakit
Sendiri, mungkin kamu tak mengerti

Berharap sapamu saja tak ku sanggupi
Apa lagi hatimu kini
Kembali aku sendiri
Walau yang terlihat kami bersama

Ku bagun perlahan kekuatan
Berkali pula kau terpa kemalangan
Ku pikir akan menyerah
Sepersekian kemudian urung kulakukan

Jika memang tak ditakdirkan bersama
Aku harap, hatiku siap menerima

Sabtu, 23 September 2017

Berpikir Positif

Mau cerita sedikit pengalaman yang baru aja gue rasain akhir-akhir ini. Pengalaman yang bikin gue sadar akan segala kebaikan ga akan selalu dibalas dengan kebaikan juga. Bersikap ikhlas dan mencoba memahami dari sisi orang lain. Sesuatu yang menurut gue baik ataupun benar belum tentu baik ataupun benar menurut orang lain. Gue ga bisa memaksakan apa yang gue lakukan bisa diterima orang lain. Gue disini ga akan cerita secara detail permasalahannya. Karena gue ga mau menjadikan ini bahan kesalahpahaman, gue disini cuma menyampaikan pendapat yang bisa benar juga bisa salah. Gue mau apa yang gue tulis, terus dibaca orang lain jadi bermanfaat. Bisa dijadikan bahan pembelajaran, supaya nantinya ga kaya gue. Salah paham terus sama orang lain dan ujung-ujungnya cuma menyakiti hati sendiri.

Jadi singkat ceritanya sekitar 2 minggu lalu gue salah paham sama temen gue. Yaa maybe kita emang sama-sama salah sih. Sama-sama egois pada saat itu. Walaupun maksud gue pengen nolongin tapi ternyata cara gue itu salah, dan temen gue ini agak sedikit marah. Bahkan sampe ngebentak gue (mungkin dia juga ga sadar pas saat itu). Gue tipe orang pendiem, tapi kalo udah kesel mulut gue bisa sangat tajam hahaha. Saat itu gue pikir yaa gue salah apa sih sama lo? sampe lu bentak gue kaya gitu padahal gue berniat baik mau nolongin. Jujur gue rada shock pas dia ngebentak dan memang rasanya sakit hati banget sih saat itu. Tapi yasudah setelah adu mulut sebentar (namanya juga cewe kalo ga adu mulut ga seru wkwk), kita pun kembali kaya biasa. Ngobrol biasa juga. Tapi yaa namanya abis gondok-gondokan gimana sih, kaya ada rasa canggung gitu kan ya. Akhirnya pas udah balik di rumah gue gelisah. Gue mikir apa emang iya gue nolongin dia dengan cara itu salah. Gue putusin lah buat chat minta maaf. Dan ternyata setelah diskusi sama dia gue sadar, disatu sisi gue emang salah, tapi dia juga tau ko dia salah udah marah sama gue.

Akhirnya clear sudah masalah hari itu. Gue ambil pelajaran berharga banget. Kita ga bisa maksain kehendak kita itu benar di mata orang lain. Coba deh sekali-kali lo liat dari sisi orang lain. Dari sisi orang yang lo buat marah, maybe kita juga pasti ada kesalahan. Ga mungkin dong orang lain marah gitu aja sama lo, apa lagi dia temen lo kan. Dan buat kalian yang pernah merasa marah sama temennya padahal niat temen kalian tuh baik. Ga ada salahnya juga liat dari sisi temen kalian mandang. Coba gimana perasaannya pas udah bela-belain bantuin temen dan malah dapetnya bentakan? Apa ga sakit hati?

Disini gue juga masih belajar, pelan-pelan tapi pasti gue pengen jadi pribadi yang lebih dewasa. Bukan lagi bersikap sedikit-sedikit sakit hati sama perkataan orang. Gue lebih ingin memandang positif setiap kejadian yang udah gue alamin. Gue ga mau jadi orang yang berlarut-larut dalam kesedihan maupun perasaan sakit hati. Karena gue pikir ga ada gunanya juga, malah bikin pikiran gue ga sehat, di tubuh pun juga akan kena imbasnya. Jadi, mulai dari sekarang gue ingin belajar memandang masalah dari berbagai sisi. Sok-sokan banget sih emang, tapi yaa namanya juga mau belajar. Berproses menjadi pribadi yang lebih baik juga ga ngerugiin orang. Setidaknya kita udah mencoba, kalo emang hasilnya mengecewakan yaa coba lagi. Semua butuh proses, ga instan kaya indomie kan :p

Jumat, 28 Juli 2017

Pamit

Kita bertemu lagi.
Masih di tempat favorit kita berdua.
Seperti tahun-tahun yang lalu.

Aku memilih duduk di depanmu.
Sengaja, agar aku bisa melihat dengan lekat ekspresi wajahmu.
Mungkin untuk yang terakhir.

Masih kemungkinan..
Kalau mau jujur, aku tidak berharap ini yang terakhir.

Kita terdiam.
Sama sama bingung untuk memulai percakapan.

Kemudian aku tersadar, sudah terlalu banyak basa basi di kehidupan kita berdua.
Maka, tanpa mengucapkan kata apa kabar.
Aku segera melaksanakan tujuan utama.

"Ini buat kamu."
Seraya aku sodorkan sebuah amplop biru.
Sebelum kamu membukanya, aku pun menjelaskan
"Aku mau nikah, ndre. Bulan depan."

Kamu diam. Lima detik kemudian tersenyum.
Kecut.
Berubah.
Padahal dulu, aku tergila-gila akan senyum itu.

"Oh, selamat sya. Sama siapa?"
"Temen kantor aku, ndre. Eemm undangannya belum disebar sih. Mungkin minggu depan. Kamu yang paling pertama dapet undangannya."

...

Kemudian kita sama-sama terdiam, kembali.
Larut dengan pikiran sendiri.

"Emmm sya, tapi kayanya aku ga bisa dateng. Tanggal segini aku dinas di luar kota."
"Oh iya gapapa ndre." Aku sudah menebak itu sebelumnya.
"Yaudah aku balik dulu ya ndre."
Aku tersenyum.
Sedikit lama.
Sambil memandang lekat sosokmu.

"Iya sya, sekali lagi selamat ya. Semoga bahagia."
"Makasih ndre."

Aku cepat-cepat berbalik.
Ingin pergi segera.
Tak tahan lagi.
Dadaku terasa sangat sesak.

Belum lima langkah pergi dari tempatmu.
Air mataku sudah turun dengan derasnya.

Seharusnya dari dulu aku sadar.
Hubungan kita terlalu lama berbasa-basi.

Juga seharusnya kamu sadar.
Tak selamanya cinta berakhir dengan berjodoh.



Dari aku, yang selalu kamu angan-angankan bersama sampai tua.

Iya, hanya berangan.

Terimakasih 7 tahunnya. Terasa begitu indah.

Selasa, 04 April 2017

Mitologi Dewi Psyche

Anggota Kelompok:
1. Gea Verina (14514474)
2. Karina Fauzia (15514768)
3. Nadia Vanessa (17514744)
4. Nindhita Dwi Aviyanti (17514962)
5. Tusiati Khasanah (1A514909)

Kata psikologi diambil dari gabungan bahasa Yunani kuno, yaitu psyche dan logos. Psyche berarti jiwa, sedangkan logos berarti ilmu. Secara etimologi (asal-usul kata), kata psyche dan logos belum bisa langsung diartikan demikian. Kata psyche ternyata diambil dari cerita mitologi Yunani mengenai seorang putri Psyche dan dewa cinta, yaitu “Eros”.

Singkat cerita, seperti inilah sejarahnya. Di suatu kerajaan hiduplah seorang raja yang memiliki tiga orang putri. Putri bungsunya bernama Psyche. Psyche terkenal akan kecantikannya, sehingga orang-orang mulai menyembah Psyche sebagai dewi kecantikan. Mengetahui hal itu Afrodit merasa marah karena orang-orang berhenti menyembahnya. Afrodit pun memerintahkan putranya yang bernama Cupid (Eros) untuk membuat Psyche jatuh cinta kepada lelaki terjelek di dunia. Karena terbiasa melakukan tugas seperti itu dari ibunya, Cupid pun langsung saja terbang mencari Psyche.

Sesampainya di tempat Psyche, Cupid malah terpesona melihat kecantikan Psyche. Secara tidak sengaja Cupid menusukkan tangannyasa sendiri dengan anak panah cinta. Sehingga membuat Cupid jatuh cinta pada Psyche dan tidak jadi melakukan perintah ibunya, Afrodit.

Afrodit terus menerus melakukan pemantauan terhadap Psyche dan menyadari adanya suatu keganjilan. Bahwa Psyche sampai saat ini belum jatuh cinta pada siapapun. Akhirnya Afrodit pun mengutuk Psyche agar tidak seorangpun yang mau melamarnya.

Beberapa tahun berlalu, Psyche belum kunjung menikah sementara usianya sudah cukup untuk dia menikah. Kemudian orang tua Psyche merasa cemas dan meminta nasihat kepada Orakel. Cupid membuat Orakel berkata bahwa Psyche tidak ditakdirkan untuk menikahi seorang manusia, melainkan menikah dengan suatu makhluk yang tinggal di sebuah gunung.

Psyche kemudian meninggalkan tempat tinggalnya dan menuju gunung yang dimaksud. Didalam perjalanan Psyche merasa takut, namun tiba-tiba datanglah Zefiros, dewa angin barat. Zefiros membawa Psyche ke sebuah hutan yang indah. Psyche melihat tanah lapang yang ditumbuhi rumput, di tengahnya terdapat sebuah rumah indah yang nampak seperti istana. Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang mengatakan bahwa tempat itu dibangun untuk tempat tinggal Psikhe dan disana ada banyak pelayan yang tidak terlihat untuk memenuhi kebutuhan Psikhe. Psyche sangat gembira mendengarnya.

Di malam hari, rumah itu sangat gelap. Tiba-tiba Psyche mendengar suara laki-laki yang sangat halus dan ramah. Psyche berpikir bahwa itu adalah monster yang dikatakan oleh Orakel, padahal suara itu adalah suara Cupid. Setiap malam Psyche dan Cupid menghabiskan waktu bersama dengan berhubungan seksual. Psyche tidak mengetahui dengan siapa dia berhubungan, dikarenakan Cupid tidak mengijinkan untuk melihat wujudnya. Cupid beralasan jika Psyche melihat wujudnya maka saat itu juga kebahagiaan mereka berakhir.

Suatu hari Psyche mengundang saudari-saudarinya datang karena Psyche sangat merindukan mereka. Psyche kemudian menceritakan semua yang telah terjadi kepada saudari-saudarinya. Karena iri dengan Psyche, saudari-saudarinya mencoba mencari cara untuk memisahkan Psyche dengan Cupid. Mereka memanas-manasi Psyche untuk mencoba mengetahui identitas suaminya. Kemudian malamnya Psyche menuruti permintaan saudari-saudarinya, dia membawa lentera dan sebuah belati. Saat Cupid datang, Psyche menyalakan lenteranya. Dia begitu terkejut saat mengetahui Cupid adalah suaminya. Tak sengaja dia menjatuhkan minyak dari lentera ke badan Cupid. Cupid pun merasa marah, lalu pergi meninggalkan Psyche yang hanya bisa menangis sendirian menyesali perbuatannya.

Psyche kemudian menjelajahi Yunani untuk mencari keberadaan Cupid. Saudari-saudari Psyche yang mengetahui kalau suami Psyche adalah seorang dewa kemudian pergi ke bukit berbatu dan berharap dibawa ke istana oleh dewa. Zefiros mengetahui kejahatan yang mereka perbuat kemudian membawa mereka ke sebuah jurang dan menjatuhkannya hingga mati.

Psyche pun tiba di Kuil Demeter. Sambil bersedih, Psyche mengumpulkan biji-bijian yang berserakan di sekitar Kuil. Kini Kuil Demeter tidak lagi berantakan berkat Psyche. Melihat apa yang telah dilakukan Psyche, Dewi Demeter pun iba. Sang dewi kemudian menyarankan Psyche untuk menemui ibu Cupid yaitu Afrodit. Dan berdoa memohon maaf.

Psyche kemudian datang ke Kuil Afrodit dan segera meminta maaf kepadanya. Karena Afrodit masih marah kepada Psyche, kemudian Afrodit memerintahkan Psyche melakukan tugas untuk menebus dosanya. Psyche pun setuju.

Tugas pertama Psyche diperintahkan memisahkan tiga jenis biji-bijian yang tercampur, itu semua harus sudah terpisah sebelum malam berakhir. Dengan dibantu sekoloni semut, Psyche pun menyelesaikan tugasnya tepat waktu.

Afrodit kesal karena Psyche berhasil menyelesaikan tugasnya. Kemudian Psyche diberikan tugas kedua, yaitu mengambil wol dari domba-domba emas yang merumput di pinggir sungai. Psyche diberikan peringatan oleh sekelompok nimfa untuk tidak mendekati domba karena mereka sangat ganas. Psyche diberi nasihat untuk mengambil bulu domba saat siang hari, dimana bulu-bulu domba akan tersangkut di batang pohon saat domba-domba itu berteduh.

Tugas ketiga pun kembali diberikan oleh Afrodit. Psyche diperintahkan mengambil air mematikan di sungai Stix. Dengan bantuan seekor elang kiriman Zeus akhirnya Psyche berhasil menyelesaikan tugas ketiganya.

Afrodit menjadi semakin kesal, kemudian memerintahkan Psyche menuju dunia bawah untuk menemui dan meminta sedikit kecantikan kepada Persefone. Psyche merasa tugas tersebut sangat mustahil, sehingga dia akhirnya menyerah dan ingin bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari menara. Tapi kemudia bangunan itu memberitahu Psyche cara menyelesaikan tugasnya.

Psyche pun akhirnya berhasil mendapatkan kotak kecantikan dari Persefone. Tetapi karena penasaran dan ingin mendapatkan sedikit kecantikan tersebut, Psyche kemudian membuka kotak yang diberikan Persefone. Psyche lupa bahwa sang menara sudah memperingati untuk tidak membuka kotak tersebut. Begitu Psikhe membukanya, kutukan tidur langsung keluar dari kotak itu dan membuat Psyche tertidur abadi.

Cupid yang sedang merindukan Psyche akhirnya mencari keberadaan Psyche. Cupid menemukan sedang tertidur dalam kutukan. Cupid mengampulkan kutukan itu dan memasukannya lagi ke dalam kotak. Setelah itu Cupid mencium bibir Psyche. Berkat ciuman itu, Psyche akhirnya kembali sadar dan begitu bahagia melihat Cupid kembali. Cupid lalu terbang ke hadapan Zeus dan memohon supaya Psyche dijadikan abadi. Kini Cupid dan Psyche bisa bersama dalam kebahagiaan. Mereka kemudian memiliki anak bernama Hedone (kesenangan). Afrodit juga telah memaafkan kesalahan Psyche.

Keingintahuan Psyche dan pencariannya terhadap pengetahuan (tentang jati diri dan rupa Cupid) dan cinta merupakan simbol semangat keingintahuan kita terhadap manusia dan kemanusiaan. Kisah tersebut adalah simbol bahwa apa yang ingin kita pahami mungkin tidak akan sepenuhnya tertangkap namun ada satu hal yang tidak dapat dirampas dari diri kita: the human spirit. Sesukar apapun Psyche tetap bertahan dalam pencariannya terhadap hal yang akan melengkapkan jiwanya.

Referensi:
https://id.wikibooks.org/wiki/Mitologi_Yunani/Kisah_Cinta/Cupid_dan_Psikhe
http://psike-sophia.blogspot.co.id/2012/10/mitologi-psyche.html

Kamis, 26 Januari 2017

Aku Baik-baik Saja

Senja selalu menjadi penutup sebuah kisah
Tentang kamu yang bagai teka-teki
Tentang kamu yang bagai labirin
Tentang kamu yang sulit aku pahami

Kemarin senja terlihat cerah
Bisa saja hari ini berubah redup
Bahkan dibasahi oleh hujan kepedihan
Yang tampak mengelantungi pikiran

Aku,
Anganku,
Dan segelintir rasa sesak di dada
Adalah sebuah hadiah penutup kisah

Aku kira kemarin kamu terasa hangat
Tapi hari ini...
Kamu terlihat begitu dingin
Mengigil aku menatap hadirmu

Beri aku sedikit petunjuk
Untuk menetap
Atau pergi selamanya

Jika memang terasa dingin
Biarlah terus begini
Jangan kamu diam-diam hangati
Hati mengigil ini

Jika memang ingin pergi
Jangan kamu sisakan sedikit
Rasa di hati ini

Aku tidak apa-apa
Aku baik-baik saja
Biarlah waktu menyembuhkan
Segala kerisauan

Sungguh...
Aku baik-baik saja.

NDA, 260117

Selasa, 24 Januari 2017

SEBUAH KETIDAKSENGAJAAN

Kita bertemu dalam sebuah ketidaksengajaan
Mungkin semesta mendengar harapan ku
Karena itu Dia memberiku kesempatan
Menghabiskan beberapa waktu bersamamu

Aku yang dari awal sudah mengagumimu
Aku senang mendengar ceritamu
Nasihatmu yang kala itu meluluhkan hatiku
Caramu menuntunku untuk tidak membenci siapapun

Setiap hari bertemu
Bersenda gurau
Melakukan perdebatan
Aku anggap sebagai sebuah pendekatan

Ku kira disini, aku lah yang berjuang
Tapi kemudian aku sadar
Seperti ada yang berubah diantara kita
Senyummu terlihat berbeda

Caramu memperlakukanku
Lambat laun mulai berbeda
Kamu membuat aku semakin terjebak
Aku merasa asing dengan diriku sendiri

Kamu terus saja menunjukkan rasa lain
Aku sangat senang
Hanya saja semua itu membuatku canggung
Detak jantungku tak beraturan

Maafkan aku,
Bukan maksudku menjauh darimu
Hanya saja aku masih takut
Takut kepada diriku yang tidak bisa membahagiakanmu

Bukannya aku menolakmu
Hanya saja aku ingin kita seperti dahulu
Berbicara tanpa ada rasa canggung
Semua berjalan normal, termasuk detak jantung

Memang klise
Mengharapkan semua berjalan seperti dahulu
Padahal sama-sama tahu
Perasaan ini sudah tumbuh menjadi baru

Aku,
Kamu,
Semoga disemogakan oleh semesta
Agar tak ada lagi sebuah tanda tanya

NDA. Tangerang, 25 Jan 2017