Rabu, 30 September 2015

Sosial Media yang Sering Digunakan dan Dampak Positif dan Negatif dari Internet

sumber : google

Awal saya mengenal Sosial Media adalah dari teman saya, saat itu teman saya membuatkan akun Facebook. Dulu semua orang menggunakan Facebook setiap harinya, tapi kini penggunaan Facebook sudah mulai berkurang. Karena sudah banyak Sosial Media lain yang konten isinya lebih menarik dari Facebook. Misalnya seperti Twitter, Path, Instagram, Snapchat, Ask.fm, dan masih banyak lagi.
                Berikut ini adalah Sosial Media yang paling sering saya kunjungi :
  1. Instagram        : Sosial media ini berisi foto-foto. Dari mulai foto selfie, pemandangan, karya seni, bahkan produk jualan. Biasanya saya membuka Instagram untuk melihat artis kesukaan saya atau sekedar mencari informasi dan inspirasi. Kadang juga saya menggunakan Instagram untuk mencari baju di online shop.
  2. Line                 : Sosial media ini biasanya digunakan untuk chatting. Line lebih sering digunakan oleh remaja karena memiliki fitur stiker yang lucu. Dan tampilannya juga sangat berwarna sehingga sangat menarik untuk dilihat. Biasanya saya menggunakan Line untuk chatting dengan teman dan juga mencari informasi di grup kelas. Atau sekedar melihat timeline yang berisi artikel-artikel menarik.
  3. Ask.fm              : Di Ask.fm kamu bisa bertanya apapun langsung ke pemilik akun, dengan nama akun kamu ditampilkan atau tidak ditampilkan (anonim). Akun ini lebih sering saya gunakan untuk mencari informasi menarik yang belum pernah saya baca. Atau membaca cerita-cerita lucu dari sebuah akun yang terkenal. Tapi terkadang karena memiliki fitur anonim ada saja yang menyalahgunakan untuk men-judge seseorang.  Bahkan saya pun pernah menjadi korbannya. Tapi ada juga yang benar-benar mencari informasi secara benar dan menggunakan bahasa yang sopan. Di Ask.fm banyak ditemukan cerita-cerita unik pemilik akun yang berdasarkan pengalamannya sendiri.
  4. BBM             : Biasanya saya menggunakan BBM untuk chatting dengan teman. Tapi penggunaannya tak sesering Line. Karena menurut saya fitur dan tampilan di BBM tidak terlalu menarik, sehingga saya mudah bosan dengan aplikasi ini.
  5. Path                  : Di Path kamu bisa meng-update dimana saat ini kamu berada, listening lagu yang sedang kamu suka atau update foto. Tapi saya sangat jarang meng-update Path , biasanya saya hanya melihat-lihat update-an teman dari home Path saya. Karena menurut saya konten Path kurang menarik dan sedikit terlihat seperti pamer atau semacamnya (mungkin hanya perasaan saya saja, maaf bila ada yang tersinggung).
  6. Twitter              : Sesudah Facebook, Twitter adalah akun media sosal kedua yang saya miliki. Walau sekarang saya jarang membuka Twitter tapi kalau sedang iseng saya suka membaca update-an teman saya di Twitter. Biasanya saya menggunakan Twitter untuk curhat. Karena menurut saya kini Twitter sudah jarang dibuka jadi tak terlalu banyak yang melihat curhatan saya. Ya walaupun sama saja sih curhat di media sosial pasti dilihat orang banyak.
  7. Facebook         : Facebook biasanya saya gunakan untuk mencari informasi seseorang yang baru saya kenal atau teman lama yang sudah jarang saya temui. Di akun ini juga banyak artikel menarik untuk dibaca. Atau sekedar baca status dan melihat foto teman-teman Facebook saya. 
                Biasanya saya membuka sosial media melalui handphone. Kenapa saya lebih sering membuka melalui handphone? Karena menurut saya handphone lebih praktis digunakan saat keadaan terdesak maupun saat santai. Dalam penggunaan internet, saya merasakan dampak positif dan negatif. Sebenarnya banyak sekali dampak positif dari internet yaitu seperti memudahkan saya untuk mencari informasi dunia luar yang tidak saya dapat ditelevisi atau surat kabar. Internet juga memudahkan saya dalam menyelesaikan tugas-tugas saat sekolah maupun kuliah. Terkadang saya juga mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan hobi yang sedang saya tekuni. Internet juga memudahkan saya untuk mencari informasi tentang teman yang tidak saya ketahui tanpa perlu bertanya langsung ke orangnya. Kalau sedang tidak sibuk biasanya saya menggunakan internet untuk menonton film secara online. Sehingga waktu luang saya bisa terisi.
                Sedangkan dampak negatif yang saya rasakan dalam penggunaan internet adalah saya sering membuang-buang waktu percuma untuk sekedar mengecek akun media sosial yang saya punya. Banyak juga konten pornografi yang saya temui saat ingin mengakses internet, padahal konten itu tidak sesuai dengan informasi yang saya cari. Banyak penipuan yang dialami masyarakat saat menggunakan internet. Masyarakat kini seperti terpaku pada internet saja tanpa melihat sisi lain kehidupan yang sebenarnya. Bahkan plagiat kini lebih mudah mendapatkan bahan untuk ditiru tanpa mencantumkan nama asli dari karya tersebut.

Pemanfaatan Internet untuk Pertama Kali

sumber : google
Kini internet kian menjamur dikalangan masyarakat, dari mulai golongan atas hingga ke golongan bawah secara ekonomi. Internet bukan lagi hal yang tabu di Indonesia. Bahkan kini, saat diluar rumah pun kita dengan mudahnya menemukan jaringan internet. Tempat umum seperti café misalnya sudah menyediakan fasilitas hotspot gratis. Internet kemudian berkembang menjadi kebutuhan yang wajib kita dapati setiap harinya.
                Saya ingat dulu saat duduk dibangku SD, saya sudah diajari tentang internet. Tapi saat itu saya belum mencoba pemanfaatannya karena jaringan internet yang masih mahal sehingga saya hanya belajar internet secara teori. Beda halnya saat dibangku SMP, saya sudah merasakan penggunaan internet secara langsung. Saat itu saya memanfaatkan internet untuk mencari informasi tugas sekolah. Semua informasi tugas saya dapatkan dari google.
                Dulu setiap akhir pekan saya selalu pergi ke Warnet (Warung Internet). Kadang bersama teman kadang juga sendirian. Biasanya disana saya bermain Facebook. Sekedar melihat status atau foto-foto update-an teman, atau bermain game yang disediakan di Facebook. Kadang juga saya membuka Youtube untuk menonton video clip artis kesukaan saya. Dan bermain game online bersama adik atau teman sebaya.
                Berbeda dengan sekarang, jaringan internet kini sudah ada di rumah masing-masing. Saya sudah tidak perlu pergi ke Warnet untuk mengakses internet. Selain itu juga internet sudah tidak semahal dulu. Jika ingin ke Warnet saya harus menabung dulu, sekarang saya tidak perlu menabung karena internet sudah dibayar setiap bulannya oleh orang tua saya. Sehingga jika ada tugas mendadak, saya bisa dengan cepat dan mudah mencarinya di internet.

Minggu, 03 Mei 2015

Tugas Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan

A. Keberbakatan dan Kreativitas
1. Jelaskan pengertian keberbakatan!
Keberbakatan adalah kemampuan intelektual atau kecerdasan, diantaranya meliputi kemampuan intelektual musik, matematika, fisika, kimia, bahasa dan berbagai tingkat kecerdasan di berbagai bidang lainnya yang kemampuannya jauh di atas rata-rata anak seusianya.
2. Jelaskan pengertian kreativitas!
Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan/konsep baru atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada.
3. Jelaskan hubungan pengertian keberbakatan dan kreativitas!
Konsepsi “ Three-Ring Conception” dari Renzulli dan kawan – kawan ( 1981), yang menyatakan bahwa tiga ciri pokok yang merupakan kriteria ( persyaratan) keberbakatan ialah keterkaitan antara :
a. Kemampuan umum di atas rata – rata,
b. Kreativitas di atas rata – rata, dan
c. Pengikatan diri terhadap tugas ( task commitment cukup tinggi)
Kreativitas dan keberbakatan merupakan dua hal yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang. Seseorang yang mempunyai kreativitas, pasti orang tersebut memiliki bakat. Tetapi orang yang berbakat belum tentu memiliki kreativitas.
B. Pembelajaran Anak Berbakat
  1. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri anak berbakat!
  • Si anak memiliki ciri khas. Anak yang memiliki ciri khas biasnya akan nampak saat dirinya sedang bermain besama teman-teman sebayanya. Si anak akan bertingkah laku yang lebih dewasa sehingga kerika bermain dengan teman seusianya cenderung memisah. Namun, bukan berarti si anak tak mau bermain dan berkumpul dengan teman seusianya. Si anak sangat bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  • Si anak memiliki cara belajar yang berbeda. Si anak cenderung tidak bisa diam dan aktif terhadap hal-hal baru. Selain itu, si anak juga lebih suka untuk mengeklspelor dan mempelajari lebih lanjut sesuatu yang ada di sekelilingnya. Namun ketahuilah bahwa tidak mau diam bukan berarti si anak hiperaktif.
  • Gaya bahasanya lebih dewasa. Si anak lebih cepat menyerap bahasa orang dewasa dan menirukannya. Untuk itu, jangan heran jika ada anak yang mengikuti perkataan orang dewasa bahkan menirukannya. Selain itu,  si anak akan lebih cepat untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.
  • Si anak memiliki kosakata yang banyak. Karena kemampuannya untuk menyerap bahasa lebih cepat, si anak jadi memiliki kosakata yang lebih banyak. Dengan begitu, si anak jadi mengerti kata-kata yang diucapkan kepadanya. Bahkan, si anak bisa menyebutkan secara terperinci baik itu mengenai benda atau saat menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya.
  • Si anak memiliki keterampilan yang lebih. Keterampilan lebih yang dimilikinya itu, seperti memakai baju sendiri, memegang benda dengan posisi yang benar tanpa kesulitan, dan keterampilan lainnya. Namun ketahuilah bahwa keterampilan itu bisa saja dimiliki si anak asalkanAnda mau melatihnya dengan cara berenang, bermain tenis, dan olahraga lainnya. Dengan berolahraga bisa melatih kemampuan motorik kasarnya.
  • Si anak gemar mengoleksi benda. Anak berbakat akan lebih senang untuk mengumpulkan benda-benda kesukaannya. Misalnya, mainan, baju, hiasan, dan lain sebagainya. Hal tersebut dikarenakan si anak menyukai bentuknya, warnanya, serta modelnya. Tak heran jika si anak gemar memilih-memilih atau mengelompokkan benda-benda kesukaannya itu.
  • Si anak gemar membaca. Saat usia si anak 1 tahunan, dirinya akan mampu untuk membedakan gambar yang posisinya terbalik. Selain si itu, si anak juga akan menunjukkan gerakan kepala dari kiri ke kanan seolah-olah dirinya sedang membaca. Ketahuilah bahwa hampir 50 persen anak yang berbakat sudah bisa membaca sejak usianya 2-2,5tahun.Untuk merangsang anak agar suka membaca, Anda juga bisa melatihnya dengan mendongengkan buku atau sering bercerita kepadanya.
  • Memiliki kemampuan logika. Anak berbakat akan mudah memahami benda-benda yang besar dan kecil, serta membedakan banyak dan sedikit. Selain itu, si anak juga mengerti mengenai berapa lama, berapa jauh, dan berapa banyak. Dan anak berbakat juga bisa membedakan atas dan bawah, kiri dan kanan, serta maju dan mundur.
  • Memiliki daya ingat yang cukup baik. Daya ingat anak berbakat sangat tinggi. Misalnya, si anak mampu mengingat kejadian yang sudah lama dan mampu untuk mengungkapkannya kembali dengan baik.
  • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Anak berbakat cenderung lebih banyak bertanya terhadap apa yang belum dimengerti. Jika si anak banyak bertanya pada apa yang tidak diketahuinya, maka sebagai orangtua Anda harus memberikan jawaban untuknya. Berilah jawaban dengan baik dan jangan biarkan si anak tanpa jawaban.
  • Pandai bersosialisasi. Anak berbakat akan lebih senang untuk bermain dengan teman di atas usianya. Dirinya akan merasa nyaman bermain dengan teman yang usianya lebih tua darinya. Sedangkan, saat bermain dengan teman seusianya si anak akan merasa tidak nyaman.
  • Memiliki energi yang kuat. Setiap beraktivitas, si anak selalu bersemangat karena dirinya memiliki energi yang kuat. Untuk itu, jangan heran jika si anak kurang tidur siangnya.
2. Jelaskan penerapan pembelajaran anak berbakat menurut teori Barbe dan Ranzulli!
Menurut Renzulli keberbakatan mencakup tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu kecakapan diatas rata-rata, kreativitas dan komitment pada tugas. Renzulli meyakini bila faktor-faktor ini menyatu dalam diri individu, hasilnya adalah orang yang benar-benar berbakat dalam kinerja yang luar biasa dan sumbangan sangat besar pada masyarakat. Risetnya menunjukan bahwa secara konsisten orang-orang yang mendapat pengakuan karena prestasi dan kontribusi kreatif mereka yang unik, memiliki tiga kelompok ciri-ciri yang berpautan,yaitu kemampuan umum diatas rata-rata, kreativitas dan pengikatan terhadap tugas. Jadi memiliki salah satu kelompok ciri, misalnya inteligensi tinggi, belum mencerminkan keberbakatan. Meskipun dua kawasan yang mendampingi kemampuan intelektual adalah kawasan non-intelektual, namun kawasan nonintelektual ini sangat menentukan kinerja intelektual seseorang. Karenanya ketiganya saling berinteraksi “three-ring-interaction”.
3. Jelaskan mengenai kegunaan kurikulum berdiferensiasi dan apa perbedaannya dgn kurikulum yg umum?
Penanganan anak-anak berbakat atau cerdas dengan program pengayaan dan percepatan penuh banyak memiliki kelemahan-kelemahan yang merugikan anak itu sendiri, maka telah dikembangkan kurikulum alternative yaitu berdiferensiasi (differentiated instruction ). Pendekatan ini menghendaki agar kebutuhan  berbakat dilayani di dalam kelas regular. Program ini menawarkan serangkaian pilihan belajar pada  berbakat dengan tujuan menggali dan mengarahkan pengajaran pada tingkat kesiapan, minat, dan profil belajar yang berbeda-beda.Kurikulum berdiferensiasi sangat penting ditekankan untuk anak berbakat. Kurikulum ini memiliki tiga level kurikulum yaitu:
  • Prescribed Curriculum and Instruction. Level pertama, prescribed curriculum and instruction adalah kurikulum yang dikembangkan oleh standard lokal dan tidak menyediakan kesempatan untuk strategi belajar yang cocok untuk  berbakat.
  • Teacher-Differentiated Curriculum. Pada level kedua, teacher-differentiated curriculum, guru memodifikasi kurikulum yang telah ada menjadi kurikulum yang menarik dan menantang untuk berbakat. Disini, murid tidak hanya dipandang sebagai seorang ‘murid’ saja, tetapi murid adalah pembelajar aktif.
  • Learner-Differentiated Curriculum. Level ketiga, learner-differentiated curriculum, adalah level tertinggi dimana murid berbakat dianggap sebagai “producers of knowledge”, bukan hanya “consumers of knowledge”. Level ini mendukung perkembangan self-discovery, self-esteem, kreativitas, dan otonomi. Selain perkembangan kognitif, pada level ini jug mengembangkan faktor sosial dan emosional murid.
Perbedaan penerapan kurikulum differensiasi dengan kurikulum umum, yaitu:
  • Konten. Muatan atau materi yang diberikan kepada anak berbekat berbeda-beda sesuai dengan minat dan kemampuan anak.
  • Proses. Proses belajar anak berbakat, entah itu waktu maupun caranya, dibedakan dengan anak umumnya sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
  • Produk. Dalam hal penugasan, anak berbakat diberikan beban produk yang lebuh rumit dan kompleks daripada anak umum. Produk belajar itu sendiri dapat berupa lisan, tulisan, ataupun benda
Sumber


Kamis, 09 April 2015

Belajar-Mengajar Kreatif

Kali ini, saya akan membahas tentang belajar-mengajar kreatif menurut kelompok sayaa..
Menurut saya dan kelompok saya, belajar mengajar kreatif dapat dilakukan dengan beberapa cara dan kriteria, yaitu:
1. Dengan cara observasi langsung
Jadi, dengan melakukan observasi, anak didik dapat melihat dan mengalami langsung keadaan tersebut serta mendapatkan informasi dari objek secara langsung sehingga informasi yang didapatkan masih bersifat original atau belum tercampur dengan pendapat orang lain. Selain itu anak didik juga dapat melihat langsung materi yang mereka pelajari, sehingga anak didik dapat menyerap informasi tersebut dengan maksimal dan menerapkan hal-hal positif dari informasi tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.
2. Metode Diskusi
Metode diskusi dapat dilakukan agar terjadi interaksi antar anak didik, sehingga anak didik dituntut untuk aktif dan sigap. Hal ini tentu saja menimbulkan dampak yang positif, anak didik dapat menambah wawasan dan pengetahuan melalui cara diskusi tersebut, serta anak didik akan menjadi lebih interaktif dalam mengemukakan pendapat.
3. Metode Simulasi/Permainan
Selain metode diskusi, metode lain yang dapat digunakan yaitu metode simulasi atau permainan. Metode Simulasi adalah suatu metode pelatihan yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan sebenarnya, sehingga anak didik dapat merasakan bagaimana rasanya jika berada dalam keadaan tersebut.

Selasa, 31 Maret 2015

Inovasi Terbaru : Botol “Meriang”


Kali ini saya akan menjelaskan sebuah inovasi terbaru karya saya dan teman-teman saya, yaitu Botol “Meriang”. Apasih itu Botol “Meriang”?
Ini dia….

Botol “Meriang”. Dari namanya saja kita sudah bisa mereka-reka, mengapa disebut Botol “Meriang”. Meriang adalah sebuah kondisi dimana suhu yang terdapat yaitu antara panas dan dingin.
Dari situlah kami mendapatkan inspirasi ini, karena Botol “Meriang” ini dapat menciptakan cairan atau air yang di dalamnya menjadi dingin atau panas.
Botol ini sangat cocok bagi orang yang suka melakukan travelling atau berjalan-jalan, karena penggunaan botol ini sangat praktis dan mudah, dapat digunakan kapan saja dan dimana saja.
Botol ini bertenagakan energi dari baterai, oleh karena itu botol ini amat sangat praktis dalam penggunaan sehari-hari.
Cara penggunaannya pun cukup mudah, apabila kita ingin mendapatkan air dingin, kita hanya tinggal memasukkan air dan menekan tombol yang berwarna biru atau COLD. Sebaliknya, apabila kita menginginkan air panas atau hangat, kita hanya tinggal menekan tombol HOT. Sangat mudah bukan?
Tidak hanya itu, terdapat termometer di sisi botol, agar kita bisa mengetahui bahkan menyesuaikan suhu yang kita inginkan. Temperatur yang tersedia yaitu antara 5 derajat Celcius sampai dengan 90 derajat Celcius.
Demikianlah deskripsi dari inovasi saya dan teman-teman saya, mudah-mudahan ke depannya Botol “Meriang” ini bisa benar-benar ada..

Sabtu, 14 Maret 2015

Semua, Tak Terkecuali.

Pernah merindukan sesuatu yg aneh? Sesuatu yg bahkan seharusnya dilupakan saja? Ah sebenarnya aku tadi sudah lupa akan hal kecil itu. Tapi tiba-tiba aku mengingatnya kembali. Aku rindu, merindukanmu.. Aku rindu saat saat aku bisa melihatmu dari sudut kelas. Aku rindu, saat kita dihukum bersama. Aku rindu, mendengar celotehmu. Aku rindu, mengomelimu. Aku rindu, bertanya soal matematika yang sulit aku kerjakan padamu. Aku rindu, melihat senyummu. Aku rindu, membicarakan tentangmu. Aku rindu, melihatmu diam-diam saat jam pelajaran berlangsung. Aku rindu, menyapamu. Aku rindu, diabaikan oleh mu. Aku rindu, melakukan usaha agar bisa mendapatkan perhatianmu. Aku rindu, semua tentang kamu. Sungguh...

Sabtu, 07 Maret 2015

Kreativitas Diri dengan Pendekatan 4P (Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk)

Setiap orang pasti memiliki kreativitasnya masing-masing. Baik kreativitas itu dibidang memasak, kerajinan tangan ataupun dalam memecahkan masalah. Kali ini saya akan membahas kreativitas yang saya miliki. Saya sangat suka membuat kerajinan tangan, terutama kerajinan tangan dari kain flanel. Awalnya saya sering melihat orang membuat kerajinan tersebut di televisi dan majalah. Kebetulan, Ibu saya juga sangat menyukai kerajinan tangan. Beliau juga sering membelikan buku bacaan yang berhubungan dengan kerajinan tangan. Saya pun tertarik untuk mencoba membuatnya. Akhirnya setelah melihat-lihat dari buku juga internet, saya mulai belajar secara otodidak membuat kerajinan dari kain flanel. Awalnya memang sulit karena saya tidak pernah membuatnya. Saat membuat kerajinan dari kain flanel, haruslah pintar-pintar membuat bentuk yang lucu dan menggabungkan warna yang menarik. Selain itu, saat menjahit untuk menyatukan kain flanel yang satu dengan yang lain juga harus dilakukan dengan hati-hati agar hasilnya maksimal. Tidak sengaja kerajinan yang saya buat dilihat oleh teman saya, dia pun meminta untuk dibuatkan juga. Setelah itu, saya pun mulai menjual hasil kerajinan tangan yang saya buat sendiri. Uang yang dihasilkan lumayan untuk ditabung. Akhirnya dengan hobi yang saya lakukan, saya pun bisa mendapatkan uang dengan usaha sendiri.