Kamis, 02 Juni 2016
Ibu
Terkadang saat ibu berulang tahun aku sempat berfikir. Harus bahagia atau malah sedih karena ibu bertambah tua. Aku tak sanggup membayangkan hidup tanpamu. Memang terkadang aku bosan mendengar omelanmu, padahal itu adalah petuah berharga untuk hidupku kelak. Ibu, aku memang tak pandai merangkai kata. Ingin sekali aku menciummu dan mengatakan aku sangat mencintaimu. Se-menyebalkannya dirimu, engkau tetap ibuku yang selalu ada disetiap doa-ku. Aku memang tak pandai mengungkapkan rasa cintaku. Tapi ketahuilah ibu, aku sangat mencintai dirimu. Ibu, betapa aku sangat ingin mengungkapkan ini langsung dihadapanmu. Hanya saja aku masih merasa kaku saat ingin melakukan itu.
Selamat ulang tahun ke 51 Ibu. Aku berharap Ibu panjang umur, agar aku bisa membalas sedikit jasa Ibu yang tak terkira dalam membesarkanku.
Jumat, 25 Maret 2016
Dilema
Seindah-indahnya kesalahan tetap saja namanya tak berubah, selalu kesalahan.
Kenapa dikatakan kesalahan?
Bukankah kesalahan hanya sebuah persepsi semata?
Coba tanyakan ke seluruh dunia, tak semua menyetujui bahwa itu kesalahan.
Tapi apakah kamu hidup diberbagai belahan dunia?
Tentu saja tidak. Kamu hidup disalah satunya.
Norma aturan masyarakat dan agama disekitarmulah yang akan membimbingmu.
Tapi apakah jatuh cinta perlu norma?
Ketika kamu untuk pertama kalinya merasakan kesalahan mencintai.
Seseorang yang seharusnya kamu cintai sewajarnya, sebagai mana layaknya masyarakat menganggap.
Tapi entah mengapa perasaan itu diam-diam merasukimu.
Membuatmu bingung.
Rasa itu hadir begitu saja saat bersama dia.
Rasa yang berbeda saat bersama orang lain.
Selalu ingin bersamanya, memandanginya diam-diam.
Mencoba mengingat caranya tertawa.
Ah, betapa itu adalah kesalahan yang teramat indah.
Tapi tak bisa terpungkiri.
Kesalahan tetap kesalahan walaupun kamu selalu mencoba menyangkalnya.
Kenapa dikatakan kesalahan?
Bukankah kesalahan hanya sebuah persepsi semata?
Coba tanyakan ke seluruh dunia, tak semua menyetujui bahwa itu kesalahan.
Tapi apakah kamu hidup diberbagai belahan dunia?
Tentu saja tidak. Kamu hidup disalah satunya.
Norma aturan masyarakat dan agama disekitarmulah yang akan membimbingmu.
Tapi apakah jatuh cinta perlu norma?
Ketika kamu untuk pertama kalinya merasakan kesalahan mencintai.
Seseorang yang seharusnya kamu cintai sewajarnya, sebagai mana layaknya masyarakat menganggap.
Tapi entah mengapa perasaan itu diam-diam merasukimu.
Membuatmu bingung.
Rasa itu hadir begitu saja saat bersama dia.
Rasa yang berbeda saat bersama orang lain.
Selalu ingin bersamanya, memandanginya diam-diam.
Mencoba mengingat caranya tertawa.
Ah, betapa itu adalah kesalahan yang teramat indah.
Tapi tak bisa terpungkiri.
Kesalahan tetap kesalahan walaupun kamu selalu mencoba menyangkalnya.
Sabtu, 09 Januari 2016
Berbeda
Aku tak akan sama seperti saat terakhir kita bertemu. Seorang yang bodoh yang bisa kamu permainkan hatinya. Yang selalu kamu acuhkan pedulinya. Aku tak akan mengulangi kesalahan hingga ketiga kalinya. Yaa, karena aku pernah jatuh kedua kalinya karena mulut manismu. Mungkin jika nanti kita bertemu lagi. Jangan kau harap aku masih sama seperti kemarin. Setiap kesakitanku yang kau toreh membuatku menjadi semakin kuat. Jangan salahkan aku jika aku tak mempercayaimu lagi. Aku hanya ingin menghindar dari segala kemunafikan yang kau punya. Aku tak mau memiliki tambahan alasan untuk membencimu. Aku bersyukur, kita tidak pernah bersatu. Entahlah, mungkin saat itu aku sedang khilaf.
Mencintaimu adalah sebuah kesalahan. Kesalahan yang bisa aku petik hikmahnya untuk memperbaiki diri ini. Kamu boleh membenciku, aku boleh membencimu. Bukankah antara benci dan cinta perbedaannya hanya setipis benang? Aku mencintaimu tanpa harap, tapi kemudian kamu berikan harapan. Harapan yang membuat aku semakin tenggelam. Aku belajar untuk berenang, mencari udara agar aku tetap hidup. Dan akhirnya aku berhasil keluar dari lautan duka. Jangan lagi pernah kamu coba menenggelamkanku atau bahkan jangan coba menolongku untuk menjatuhkanku. Karena aku kini bukan seperti yang kau kenal dulu. Aku yg bodoh sudah hilang dan jangan coba kau temukan..
Mencintaimu adalah sebuah kesalahan. Kesalahan yang bisa aku petik hikmahnya untuk memperbaiki diri ini. Kamu boleh membenciku, aku boleh membencimu. Bukankah antara benci dan cinta perbedaannya hanya setipis benang? Aku mencintaimu tanpa harap, tapi kemudian kamu berikan harapan. Harapan yang membuat aku semakin tenggelam. Aku belajar untuk berenang, mencari udara agar aku tetap hidup. Dan akhirnya aku berhasil keluar dari lautan duka. Jangan lagi pernah kamu coba menenggelamkanku atau bahkan jangan coba menolongku untuk menjatuhkanku. Karena aku kini bukan seperti yang kau kenal dulu. Aku yg bodoh sudah hilang dan jangan coba kau temukan..
Rabu, 18 November 2015
Lembaga Nasional Publikasi Online di Bidang Psikologi
Facebook : Pijar Psikologi
Instagram : @pijarpsikologi
Twitter : @pijarpsikologi
Website : www.pijarpsikologi.org
Latar Belakang
Kita sadari bersama bahwa rasio jumlah psikolog dan total populasi di Indonesia masih jauh dari standar. Berdasarkan rasio standar kuota minimal yang ditentukan oleh WHO, perbandingan antara psikolog dan jumlah populasi ideal yaitu 22: 100.000. Sedangkan di Indonesia perbandingan yang terjadi adalah 365 psikolog klinis berbanding 241.000.000 jiwa manusia (Data Ikatan Psikologi Klinis). Maka dari itu, dibutuhkan akses yang lebih mudah dijangkau oleh sebanyak-banyaknya jiwa di Indonesia untuk mengatasi jurang nominal tersebut.
Dunia
maya adalah dunia yang kini digeluti oleh 8,2 juta jiwa di Indonesia. Pijar
Psikologi tercipta untuk menggunakan peluang tersebut untuk memfasilitasi
psikoedukasi kepada seluas-luasnya masyarakat. Pijar psikologi hadir untuk
memberikan psikoedukasi melalui berbagai media di internet dan juga memberikan
konsultasi online sebagai bentuk pelayanan psikologis yang mudah dijangkau.
Visi Misi
Visi
kami, masyarakat Indonesia memiliki pemikiran, perasaan, dan perilaku yang:
- Inklusif-Empatik : Dapat menghargai perbedaan dan meyakini bahwa setiap manusia terlahir dengan potensi positif
- Reflektif : Dapat menyadari permasalahan yang ada pada diri sendiri, dapat mengenali dan menerima diri seutuhnya, dapat menemukan potensi positif pada diri serta mengembangkannnya
Tahun
ini kami berfokus pada anak-anak berkebutuhan khusus dan pendidikan inklusif.
Kenapa?
- Jumlah anak-anak berkebutuhan
khusus semakin meningkat (Sebagai contoh, data dari center for disease control and prevention Amerika menunjukan bahwa autisme
meningkat 23% dalam waktu dua tahun)
- Meskipun di Indonesia belum ada
datanya, namun jumlah anak-anak berkebutuhan khusus itu sangat banyak.
PPCI melaporkan bahwa SLB banding ABK 1:1000. Sehingga banyak ABK yang belum dapat mengenyam
pendidikan
- Akhir-akhir ini pemerintah Indonesia
mengkampanyekan pendidikan inklusi (pendidikan yang mengikutsertakan
anak-anak berkebutuhan khusus dalam sekolah umum) untuk memfasilitasi
pendidikan untuk semua.
Mengapa kami melakukannya? Karena
kami ingin meningkatkan kesadaran orang-orang bahwa setiap manusia terlahir
dengan potensi.
#MerekaBisa
Para Penggagas Pijar Psikologi
- Regisda Machdy Fuadhy (Presiden)
- Aulia Kusuma Wardani (Sekretaris)
- Nurul Aisya Beryllia (Sekretaris)
- Sadida Fatin Aruni (Kepala Bidang Pengembangan Konten)
- Anggrelika P. Krestaryaningwidhy (Kepala Bidang Kepenulisan)
- Reno Prasasto (Kepala Bidang Desain Visual)
- Annisa Azzahra Santifera (Kepala Bidang Pengembangan Penelitian)
- Clara Shinta Aditya Rosari (Kepala Bidang Public Relation)
- Maharany Firdhausya (Bidang IT)
- Adyotasalma Danurasti (Bidang IT)
- Aji Cokro
- Krysna Yudy Nusantari
- Kumala Windya Rochmani
- Moya A.D. Martiningtyas
- Nadia Indah Permatasari
- Niken Kintaka
- Siti Muthia Dinni
- Walida Asitasari
- Yustisisia Anugrah Septiani
- Diany Ufieta Syafitri
- Oneng Nawaningrum
Konten yang Ada di Situs pijarpsikologi.org
- Lumbung wawasan : berisi artikel-artikel menarik yang dapat dibaca pengunjung website secara cuma-cuma.
- Kiat : berisi kiat-kiat untuk menyelesaikan sebuah masalah yang berkaitan dengan psikologi seseorang.
- Meja inspirasi : berisi artikel-artikel tentang cerita menginspirasi di dunia.
- Potret peristiwa : berisi artikel-atikel mengenai peristiwa dalam psikologi yang terjadi disekitar.
- Psynemacology : berisi informasi mengenai film-film menarik tentang psikologi.
- Cerita mereka : berisi artikel-artikel berdasarkan cerita dari para klien.
- Fakta mitos : berisi artikel-artikel mengenai fakta dan mitos yang ada di dunia psikologi.
- Konsultasi : disini anda dapat berkonsultasi secara online dengan para konselor.
Senin, 09 November 2015
Sebuah Kenangan Lama
Hari ini aku melihatmu kembali. Tidak ada yang berbeda kecuali rambutmu yang mulai memanjang. Begitu banyak kata yang ingin aku sampaikan, tapi yang terucap hanya..
"Hai.."
Kamu tersenyum. Dengan senyuman yang sangat aku kenal. Bahkan mungkin aku sudah merindukannya sejak lama.
"Apa kabar?" Aku dengar kamu tak membalas sapaan ku. Dan menggantikannya dengan pertanyaan standar.
"Baik.." Aku merasa teramat baik. Apa lagi saat pagi ini aku kembali bisa menikmati senyummu.
Beberapa saat kita sama-sama terdiam. Bingung harus berbuat apa. Aku masih berharap kamu memulai percakapan kembali. Padahal akulah penyebab keheningan ini terjadi.(Hei, aku hanya menjawab pertanyaannya seperlunya. Salahkah?) Tapi kemudian aku memutuskan untuk pergi. Toh buat apa lama-lama berdiam diri disini.
"Aku kesana dulu ya." Aku lihat ada kekecewaan diraut wajahnya. Entahlah, mungkin hanya perasaanku saja.
Aku terus berjalan dengan kepala yang penuh akan pertanyaan. Aku memang tak ahli merangkai kata jika ada didekatmu. Pada langkah ke dua belas, (ya aku menghitung langkahku) aku sempatkan melihat kembali ke arahmu. Ternyata kamu sudah tak ada ditempat semula.
Jadi raut kecewa itu hanya perasaanku saja. Yang sebenarnya akulah yang menampakan raut kecewa kini. Ah sudahlah, lebih baik aku bertemu dengan teman-temanku yang lain saja.
****
Namanya Adrian Naufaldo. Aku baru mengenalnya saat aku naik ke kelas 12. Sebelumnya, aku sama sekali belum pernah melihat dia. Entah, mungkin aku yang terlalu kuper atau memang dia sosok yang misterius. Saat di kelas, Adrian jarang sekali bermain bersama anak kelas yang lain (ternyata dia memang misterius), dia lebih memilih untuk membaca buku atau sekedar mendengarkan musik di handphone-nya. Hanya sesekali dia terlihat bersenang-senang dengan teman sekelas. Dia memiliki wajah yang cukup manis, kulitnya yang lumayan gelap menambah kemanisannya. Oiya satu lagi, dia memiliki senyum yang menawan dan cukup menyihir (mungkin aku terlalu berlebihan).
"Hai Sandra.." (Tunggu.. Siapa yang menyapaku?) Kepala ku mengikuti arah suara berasal.
"Ee.. ha.. i.. Adrian. Ada apa?" Terbata-bata aku menjawab sapaannya. Aku tidak menyangka kalau sosok yang sedang aku pikirkan tiba-tiba menyapaku.
"Tidak. Hanya ingin menyapa." Seraya pergi dan menyunggingkan senyumannya.
"Oooh.." Bingung harus menjawab apa. Aku lihat pungungnya mulai menjauh.
Tunggu. Tapi kenapa aku masih saja mengingat senyumannya? Bahkan kini aku ikut tersenyum (sudah aku bilang, senyumannya itu menyihir). Jangan bilang kalau... Aku... Jatuh cinta padanya...
***
"Hai.."
Kamu tersenyum. Dengan senyuman yang sangat aku kenal. Bahkan mungkin aku sudah merindukannya sejak lama.
"Apa kabar?" Aku dengar kamu tak membalas sapaan ku. Dan menggantikannya dengan pertanyaan standar.
"Baik.." Aku merasa teramat baik. Apa lagi saat pagi ini aku kembali bisa menikmati senyummu.
Beberapa saat kita sama-sama terdiam. Bingung harus berbuat apa. Aku masih berharap kamu memulai percakapan kembali. Padahal akulah penyebab keheningan ini terjadi.(Hei, aku hanya menjawab pertanyaannya seperlunya. Salahkah?) Tapi kemudian aku memutuskan untuk pergi. Toh buat apa lama-lama berdiam diri disini.
"Aku kesana dulu ya." Aku lihat ada kekecewaan diraut wajahnya. Entahlah, mungkin hanya perasaanku saja.
Aku terus berjalan dengan kepala yang penuh akan pertanyaan. Aku memang tak ahli merangkai kata jika ada didekatmu. Pada langkah ke dua belas, (ya aku menghitung langkahku) aku sempatkan melihat kembali ke arahmu. Ternyata kamu sudah tak ada ditempat semula.
Jadi raut kecewa itu hanya perasaanku saja. Yang sebenarnya akulah yang menampakan raut kecewa kini. Ah sudahlah, lebih baik aku bertemu dengan teman-temanku yang lain saja.
****
Namanya Adrian Naufaldo. Aku baru mengenalnya saat aku naik ke kelas 12. Sebelumnya, aku sama sekali belum pernah melihat dia. Entah, mungkin aku yang terlalu kuper atau memang dia sosok yang misterius. Saat di kelas, Adrian jarang sekali bermain bersama anak kelas yang lain (ternyata dia memang misterius), dia lebih memilih untuk membaca buku atau sekedar mendengarkan musik di handphone-nya. Hanya sesekali dia terlihat bersenang-senang dengan teman sekelas. Dia memiliki wajah yang cukup manis, kulitnya yang lumayan gelap menambah kemanisannya. Oiya satu lagi, dia memiliki senyum yang menawan dan cukup menyihir (mungkin aku terlalu berlebihan).
"Hai Sandra.." (Tunggu.. Siapa yang menyapaku?) Kepala ku mengikuti arah suara berasal.
"Ee.. ha.. i.. Adrian. Ada apa?" Terbata-bata aku menjawab sapaannya. Aku tidak menyangka kalau sosok yang sedang aku pikirkan tiba-tiba menyapaku.
"Tidak. Hanya ingin menyapa." Seraya pergi dan menyunggingkan senyumannya.
"Oooh.." Bingung harus menjawab apa. Aku lihat pungungnya mulai menjauh.
Tunggu. Tapi kenapa aku masih saja mengingat senyumannya? Bahkan kini aku ikut tersenyum (sudah aku bilang, senyumannya itu menyihir). Jangan bilang kalau... Aku... Jatuh cinta padanya...
***
Minggu, 01 November 2015
Komunitas Backpacker Indonesia
Kini penyuka traveling kian menjamur di masyarakat. Traveling menjadi hobi baru yang menyenangkan sekaligus untuk refreshing dari kegiatan sehari-hari. Banyak sekali orang yang mengirim foto-foto perjalanan mereka diberbagai sosial media. Keindahan yang ditunjukan dari foto-foto itulah yang membuat masyarakat penasaran dan ingin ikut traveling. Untuk orang baru mungkin akan membingungkan harus pergi kemana dan apa saja yang harus dipersiapkan untuk traveling. Karena itulah muncul komunitas-komunitas traveling seperti Backpacker Indonesia.
Forum Backpacker Indonesia adalah sebuah komunitas berkumpulnya para backpackers di Indonesia. Dalam komunitas ini, kamu bisa bertukar informasi mengenai tempat-tempat menarik untuk dikunjungi, mencari teman ataupun jalan-jalan bersama. Dikutip dari backpackerindonesia.com, komunitas ini didirikan pada bulan September 2009 oleh Boncel. Komunitas ini berkembang sangat pesat dan kini ada sebanyak 65.154 backpackers bergabung disini.
Forum Backpacker Indonesia adalah sebuah komunitas berkumpulnya para backpackers di Indonesia. Dalam komunitas ini, kamu bisa bertukar informasi mengenai tempat-tempat menarik untuk dikunjungi, mencari teman ataupun jalan-jalan bersama. Dikutip dari backpackerindonesia.com, komunitas ini didirikan pada bulan September 2009 oleh Boncel. Komunitas ini berkembang sangat pesat dan kini ada sebanyak 65.154 backpackers bergabung disini.
Dikutip dari hipwee.com, komunitas ini juga telah mengadakan gathering nasional beberapa kali. Disini kamu bisa beriteraksi dengan anggota lainnya untuk berbagi informasi tentang traveling, bertanya seputar tips dan destinasi, sampai melakukan perjalanan bersama. Lewat forum resminya kamu juga bisa bercengkrama dengan anggota lainnya lewat grup Facebook. Hanya dengan bergabung dengan grup di Facebook kamu bisa berkenalan dan berbagi hal-hal menarik seputar traveling.
| sumber : hipwee.com |
Dikutip dari yukpiknik.com, beberapa penggemar traveling di berbagai daerah membentuk komunitas dengan skala regional wilayah hingga akirnya terbentuklah banyak komunitas regional di beberapa kota Indonesia. Misalnya Backpacker Indonesia Malang, Backpacker Indonesia Jogja, Backpacker Indonesia Solo dan masih banyak lagi.
| sumber : yukpiknik.com |
Komunitas ini ditujukan kepada para traveler yang suka bertukar informasi mengenai tempat-tempat yang indah untuk dikunjungi. Tentu saja jalan-jalan dengan gaya backpacker. Tujuan utama komunitas ini adalah tempat untuk bertukar informasi, diskusi dan mencari teman seperjalanan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Backpacker Indonesia silahkan kunjungi http://www.backpackerindonesia.com/
Rabu, 21 Oktober 2015
Rangkuman Jurnal Psikologi
Berdasarkan Jurnal Psikologi “Perbedaan Minat dalam Penggunaan Fungsi
Internet Berdasarkan Tipe Kepribadian Vol.
3 No. 2, Desember 2005".
Ditulis oleh P. Tommy Y. S. Suyasa,
Fransisca I. R. Dewi, dan Susanti Savitri.
Dosen Fakultas Psikologi
Universitas Tarumanagara, Jakarta
Dosen Fakultas Psikologi
Universitas Tarumanagara, Jakarta
Mahasiswa Fakultas
Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta
PENDAHULUAN
Perkembangan
ilmu dan teknologi pada dasarnya bertujuan untuk mencapai serta memenuhi
aspirasi dan kebutuhan manusia dalam memanfaatkan SDM yang
tersedia secara efisien. Pada
saat ini teknologi media massa telah mengalami perkembangan mulai dari tingkat
yang sederhana sampai ke tingkat yang lebih kompleks seperti fasilitas
internet. Lewat fasilitas internet seseorang mendapatkan banyak hal. Fungsi internet menjadi dua, yaitu sebagai sarana
telekomunikasi dan sarana non telekomunikasi.
Dan dengan
kehadiran teknologi informasi (internet) ini jarak secara fisik dapat
dihilangkan. Banyak yang menghabiskan waktunya untuk menggunakan internet di
warnet-warnet. Warnet merupakan jasa penyedia fasilitas internet yang
belakangan ini dapat dengan mudah ditemukan bagi pengguna internet. Dengan
banyaknya rental internet atau warnet, internet semakin mudah diakses dan
menambah minat remaja. Minat itu bisa timbul karena faktor eksternal
(lingkungan) dan dari faktor internal (kepribadian). Kepribadian oleh Eysenck dibedakan menjadi dua
tipe, yaitu introvert dan ekstravert.
PERMASALAHAN
1. Apakah ada perbedaan minat
dalam penggunaan fungsi internet antara remaja yang memiliki tipe kepribadian Introvert
dan remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert ?
2. Fungsi internet yang manakah
paling banyak digunakan antara remaja yang memiliki tipe kepribadian Introvert
dengan remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert?
TINJAUAN TEORETIS KEPRIBADIAN
Dengan kepribadian adalah tingkah laku serta
sifat-sifat yang dimiliki seseorang yang menjadikannya beda dengan orang lain
yang bersifat dinamis. Carl Gustav Jung dan Hans J. Eysenck membedakan
kepribadian kedalam dua tipe, yaitu introvert dan ekstravert.
Kepribadian Introvert adalah individu yang memiliki
kecenderungan tingkah laku serta sifat-sifat
yaitu tertutup, kurang suka bersosialisasi, lebih menyukai
beraktivitas sendiri dibandingkan bersama-sama. Individu
yang memilki tipe kepribadian Introvert juga lebih
senang melakukan aktivitas yang tenang tidak banyak bergerak seperti
membaca buku, hati-hati, terkontrol, pesimis dan
bertanggung jawab.
Kepribadian
Ekstravert adalah kecenderungan tingkah laku serta
sifat-sifat yang dimiliki oleh individu dengan karakteristik
sebagai berikut yaitu mempunyai sifat terbuka. senang
berteman dengan siapa saja baik dilingkungan yang lama
maupun lingkungan yang baru, senang beraktivitas
bersama-sama, aktif, tingkah lakunya lebih cenderung dipengaruhi
oleh orang lain, ekspresif dan kurang bertanggung
jawab.
MINAT
Pada dasarnya
minat oleh para ahli dimasukkan sebagai aspek psikologis
yang dapat mempengaruhi seseorang untuk menaruh
perhatian yang tinggi terhadap kegiatan tertentu dan pada setiap orang belum
tentu memiliki minat yang sama, maka tinggi
rendahnya minat juga belum tentu sama. Pintrich
dan Schunk (dalam Lakilakinto, 2001 h. 40) membedakan minat menjadi
tiga yaitu:
1. Minat Pribadi.
2. Minat Situasional.
3. Minat sebagai Keadaan Psikologis.
Minat memiliki dua aspek yaitu aspek
kognitif dan aspek afektif seperti yang akan
dijelaskan sebagai berikut (Laki-lakinto, 2001; Laki-lakinto,
2001):
1. Aspek Kognitif.
2. Aspek Afektif.
Minat seseorang
akan semakin kuat dan bertahan apabila semakin kuatnya
kebutuhan yang ingin terpuaskan. Kemudian
semakin sering minat itu dilakukan atau disalurkan melalui
kegiatan maka semakin kuatlah minat tersebut. Pengalaman juga membantu remaja untuk menilai
minatnya secara lebih kritis dan menilai minat
mana yang lebih penting sehingga mereka cenderung menstabilkan minatnya.
Minat yang stabil akan mempunyai hubungan yang bermakna dengan
aktivitas di masa yang akan datang dan
juga memotivasi aktivitas pada saat ini.
INTERNET
Internet adalah jaringan komunikasi global yang terbuka dan
menghubungkan ribuan jaringan komputer, melalui sambungan telepon umum
maupun pribadi (pemerintah maupun swasta). Internet mempunyai dua macam
fungsi, yaitu berfungsi untuk telekomunikasi dan non telekomunikasi. Sarana-sarana internet yang termasuk berfungsi untuk komunikasi adalah
chatting, e-mail pribadi, e-mail news group atau berdiskusi, dan sarana-sarana internet
yang termasuk berfungsi non komunikasi adalah browsing tentang buku, browsing
tentang artikel, browsing tentang produk, browsing tentang jodoh atau artikel,
kemudian download file atau artikel, download program, dan download lagu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat
terhadap internet diantaranya:
(a) faktor
sarana komunikasi.
(b) faktor sarana informasi.
(c) faktor sebagai adaptasi dari kemajuan
teknologi.
(d) faktor dorongan lingkungan.
REMAJA
Istilah remaja atau Adolescence (Inggris)
berasal dari bahasa Latin “adolescere” yang berarti tumbuh
menjadi dewasa (Hurlock, 1980). Remaja adalah
suatu masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa dengan
usia 11-21 tahun, disertai dengan proses
perubahan fisik, kepribadian, kognitif, psikososial dalam rangka pembentukan identitas diri.
Usia
remaja awal adalah 11-15 tahun, usia remaja
pertengahan 15-18 tahun dan usia remaja akhir
adalah 18-21 tahun. Subyek penelitian ini
adalah remaja dalam arti umum yaitu individu dalam usia 11-21 tahun.
KERANGKA BERPIKIR
Kepribadian seseorang mempengaruhi minatnya terhadap suatu obyek
tertentu, misalnya teknologi informasi atau internet. Individu yang memiliki
tipe kepribadian Introvert memiliki minat yang berbeda terhadap penggunaan
fungsi internet bila dibandingkan
dengan individu yang memiliki
tipe kepribadian Ekstravert. Tipe kepribadian Introvert cenderung lebih memilih
fungsi internet sebagai sarana non telekomunikasi, sedangkan tipe
kepribadian ekstravert diasumsikan cenderung lebih memilih fungsi internet sebagai
sarana telekomunikasi.
HIPOTESIS
Hipotesis yang diajukan adalah terdapat
perbedaan minat dalam penggunaan fungsi internet antara
remaja yang memiliki tipe kepribadian Introvert dan
remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert.
METODE PENELITIAN TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL
Teknik pengambilan sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah non probability
sampling dengan
menggunakan convenience sampling. Peneliti
melakukan uji reliabilitas instrumen ukur terlebih dahulu terhadap masing-masing
variabel. Hasil uji reliabilitas variabel tipe kepribadian introvert
menghasilkan
nilai koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,8533. Sedangkan
reliabilitas instrumen ukur tipe kepribadian ekstravert
menghasilkan nilai koefisien Alpha Cronbach sebesar
0,8910. Kemudian pada variabel minat, uji reliabilitas dilakukan
dengan menggunakan metode test-retest. Pengujian
reliabilitas instrumen ukur minat dalam penggunaan fungsi
internet menghasilkan nilai koefisien Spearman rho pada masing-masing
butir antara 0.31 s/d 0.58.
TEKNIK ANALISIS DATA
Pengujian hipotesis dilakukan dengan
perhitungan statistik Chi Square dengan bantuan
program SPSS versi 13.
PROSEDUR PENELITIAN
Hasil validitas isi dan uji coba
alat ukur menghasilkan alat ukur yang digunakan untuk
pengambilan data yang berjumlah 67 butir alat ukur tipe kepribadian
serta 7 butir alat ukur minat dalam penggunaan fungsi internet. Alat
ukur tersebut disebarkan kepada 200 subjek baik laki-laki maupun perempuan
mulai dari remaja awal sampai dengan remaja
akhir di Jakarta. Pelajar Sekolah Menengah
Pertama Negeri X Kemanggisan, pelajar Sekolah Menengah Atas
Negeri Y Kemanggisan, para remaja di Warnet Z
Tebet, dan para remaja yang kebetulan ditemui oleh peneliti di
kampus-kampus maupun di sekolah.
HASIL PENELITIAN
Subjek yang
memiliki tipe kepribadian Introvert sebanyak 58
orang atau 29% dan subjek penelitian yang memiliki tipe
kepribadian Ekstravert sebanyak 68 orang atau 34
%. Dan sisanya tidak bisa dikategorigakan kedua tipe
kepribadian tersebut.
Subyek
yang memilih menggunakan sarana Internet sebagai fungsi
telekomunikasi dan memiliki tipe kepribadian introvert
sebanyak 24 orang atau 19.05%; tipe kepribadian ekstravert sebanyak
40 orang atau 31.75%.
Subyek yang memilih
menggunakan sarana Internet sebagai fungsi non-telekomunikasi dan memiliki
tipe kepribadian introvert sebanyak 34
orang atau 26.98%; tipe kepribadian
ekstravert sebanyak 28 orang atau 22.22%.
PEMBAHASAN
Remaja yang
memiliki tipe kepribadian Introvert lebih memilih
fungsi non telekomunikasi, yaitu browsing dan download. Sementara
itu remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert cenderung
lebih memilih fungsi internet telekomunikasi,
yaitu chatting dan e-mail pribadi.
KESIMPULAN
Hipotesis nol
penelitian ditolak pada tingkat signifikasi 10%, dengan demikian hipotesis
alternatif diterima, artinya terdapat perbedaan minat dalam penggunaan
fungsi internet antara remaja yang memilki tipe kepribadian Introvert dan
remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert. Remaja
yang memilki tipe
kepribadian Introvert cenderung
memilki minat pada fungsi non-telekomunikasi, sedangkan remaja yang memiliki
tipe kepribadian Ekstravert memiliki minat
pada fungsi telekomunikasi.
SARAN UNTUK PENELITIAN LEBIH LANJUT
Peneliti
menyarankan untuk membahas lebih mendalam lagi mengapa seseorang lebih
memilih lebih memilih objek minat yang satu daripada objek minat yang
lain. Kemudian lebih memperbanyak teori tentang internet agar
lebih mendalam sehingga bisa lebih mengetahui
tentang internet beserta fungsinya lebih terperinci. Dan pada
saat pengambilan data disarankan untuk lebih
memperhatikan waktu yang tepat untuk mengambilan data subjek agar
hasil penelitian menjadi lebih baik.
********************
TAMBAHAN DARI PERANGKUM
Kelebihan Jurnal :
1. Topik bahasan sangat menarik.
2. Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami.
3. Teori yang digunakan jelas dan lengkap.
4. Hasil penelitian dijabarkan dengan lengkap.
Kekurangan Jurnal :
1. Terlalu banyak teori dan bahasan yang diulang-ulang.
2. Subyek yang tidak masuk kedua tipe kepribadian tidak dijelaskan secara rinci.
Saran :
Untuk penelitian lebih lanjut saya sarankan menggunakan alat tes untuk mengukur tipe kepribadian, agar hasil yang diperoleh akurat. Selain itu subyek yang tidak masuk kedua tipe kepribadian sebaiknya dijelaskan lebih rinci, dan diikutsertakan dalam hasil penelitian. Sebaiknya diperhatikan waktu yang tepat saat pengambilan data agar hasil yang diperoleh akurat.
Langganan:
Postingan (Atom)

