Selamat malam, Tuan..
Sudah beberapa hari aku tidak bertemu dirimu. Rindu? Tidak, Tuan. Hanya saja hidup terasa asing tanpa melihat seringaimu. Tak menyangka, sejak awal aku memang tertarik akan seringaimu. Bukan seringai nakal, sebenarnya lebih tepat aku katakan cengiran. Hanya saja, kata itu tak sepadan dengan indahnya. Sebenarnya aku tidak merindukanmu, aku hanya sedang mengenang akan hadirmu. Kelihatannya memang terlalu naif pikiranku ini. Tapi ingatlah selalu Tuan, aku tak akan pernah sekalipun merindukanmu. Catat dan ingat itu baik-baik. Hanya saja, yang baru aku benar-benar sadari. Aku begitu memerlukan hadirmu. Yaa, tertawalah saat ini juga Tuan. Ejeklah aku sepuasmu, karena kamu telah berhasil meremas perasaan ini. Tertawalah Tuan.. Aku begitu bahagia jika melihatmu bahagia.
Selamat malam, Tuan..
Katanya cinta itu buta bukan? Tapi bagi ku tidak begitu. Kamu mau mempercayaiku atau orang lain itu terserahmu.Karena bagiku cinta itu dapat melihat, begitu juga dirasa. Melihat hadirmu, hati ini berdesir hangat. Sekedar melihat ucapan terimakasihmu di hape, bibirku tak hentinya mengguratkan senyum. Perlu bukti lain? Tuan, sadarlah. Seringaimu itu, bagaimana aku bisa jatuh cinta jika tak melihat seringaimu. Tapi cinta bukan hanya soal dilihat, tapi juga dirasa. Merasakan hadirmu.. Merasakan tatapanmu, hangatmu, kilaumu.. Ah, Tuan. Terlalu banyak rasa yang kau tinggalkan untukku. Maaf jika aku terlalu banyak berkata. Karena aku hanya ingin menjabarkan, begitu bahagianya aku telah mengenalmu Tuan..
-my dandelion-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar