Hujan...
Aku ingin bercerita kepadamu.
Pagi tadi aku kembali bertemu dengannya.
Disudut itulah aku kembali mengingat angan tentangnya.
Sebenarnya..
Aku tak ingin berlama-lama mengingatnya.
Tapi sepertinya, ia enggan untuk meninggalkan isi kepalaku.
Hujaann.. Tahukah kamu?
Aku lelah, terus menjadi bayang-bayang yang sekedar melihatnya bahagia.
Aku ingin menjadi salah satu alasan untuk senyumannya..
Hujan...
Jika kamu bisa mengubah keadaan, cobalah ubah.
Aku mohon, sekali saja untuk bisa bersamanya.
Akan aku ubah hidupnya dengan penuh warna dan kasih.
Tapi hujan.. Mungkin semua sudah terlambat.
Bagai debu jalan yang kau hapus habis tanpa jejak, dia pun begitu.
Aku mungkin sudah tak bisa meraihnya.
Bukan pesimis hujan, hanya saja aku tak ingin kembali terjatuh.
Hujan... Kamu tahu?
Dia itu hanya ada dimimpiku.
Disana aku bisa memilikinya, lalu.. Dikehidupan nyata?
Ya, dia kembali menghilang, pergi bersama mimpinya sendiri.
Hujaaann.. Aku rindu dengannya.
Kirimkan salam ku untuknya.
Kabarkan selalu keadaannya.
Karena hanya denganmulah hujan, aku bisa melampiaskan semua rinduku padanya.
Turunlah hujan, sederas apapun..
Agar kau berhasil menghapus rindu yang kerontang ini.
Kepadamu hujan, ku titipkan anganku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar