Kamis, 04 Desember 2014

Perpisahan



Kembali aku ingat sekelebat indah bayangmu. Kita memulainya dilautan ini. Aku tahu, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi bisakah kita menikmati kebersamaan ini barang sebentar lagi saja. Disudut ini kita dipertemukan, kembali disudut inilah kita dipisahkan. Aku masih ingat betul bagaimana ombak menarik genggaman kita. Memaksa untuk mengakhiri semua kesenangan. Tak bisa ku elak, semua kejadian itu terekam jelas diingatanku. Burung-burung menyanyikan lagu kesedihan, seakan mengerti apa yang aku rasa. Bahkan ombak kembali tenang seakan meminta maaf akan perbuatannya. Tapi terlambat, kamu sudah benar-benar pergi cinta.
Cinta. Aku dan kamu sama-sama menyukai deburan ombak. Tapi kenapa hal yang sama-sama kita sukai malah merenggutmu dari genggamanku. Kamu tahu, semenjak kepergianmu aku masih datang ke laut ini. Menanti kan senja sendiri. Karena aku masih ingat kata-katamu dulu, nantikanlah senja disini jika suatu saat aku pergi dan tak kembali. Sedih memang, tapi setidaknya aku cukup terhibur dengan kedatangan senja dilaut ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar