|
|
|
dok.
penulis
|
Tangerang
- Merubah pandangan masyarakat
memang sulit, apalagi jika menyangkut hal-hal yang kurang menarik. Seperti
halnya belajar menggunakan buku bekas. Padahal, dengan harga yang miring dan
dengan kualitas buku yang cukup baik seorang pelajar bisa belajar menggunakan
buku bekas. Sehingga uang yang seharusnya kita gunakan untuk membeli buku baru
bisa kita tabung untuk membeli kebutuhan lainnya.
Ditemui
di sebuah kawasan di Tangerang, Zarudin Hutagalung (68) menceritakan jatuh
bangunnya membesarkan toko buku bekas. Toko buku yang sudah ada sejak
tahun 1993 hingga saat ini didirikan, ternyata sempat digusur oleh camat
sekitar pada tahun 2006 karena dianggap mengganggu lingkungan sekitar. Akhirnya
dengan usaha dan kerja keras, beliau bisa mendirikan dan membangun kembali
tokonya. Bahkan kini toko bukunya terlihat lebih besar.
Beliau
memilih menjadi penjual buku bekas karena ingin menunjukan kepada masyarakat
bahwa sesuatu yang dijadikan sampah oleh orang lain bisa menjadi harta untuk
yang lain. Kebanyakan dari kalangan pelajar yang lebih sering membeli buku
disini. Karena koleksi buku yang cukup lengkap banyak pembeli dari luar
tangerang yang membeli di toko ini. Koleksi buku mulai dari buku pelajaran
untuk TK sampai untuk buku kuliah pun ada, kamus, majalah bekas, dan masih
banyak lagi.
Selain
buku bekas disini juga terdapat buku baru, hanya saja jumlahnya sedikit. Karena
biasanya pembeli datang kesini untuk mencari buku bekas, bukan buku yang masih
baru. Sedangkan untuk stok buku bekas, beliau mendapatkannya dari mengumpulkan
buku bekas di rumah-rumah warga. Selain itu juga ada buku yang dibeli dari
pengumpul, hanya saja kualitasnya kurang baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar