Rabu, 03 Desember 2014

Yuk Kita Cari Buku Bekas



dok. penulis
Tangerang - Merubah pandangan masyarakat memang sulit, apalagi jika menyangkut hal-hal yang kurang menarik. Seperti halnya belajar menggunakan buku bekas. Padahal, dengan harga yang miring dan dengan kualitas buku yang cukup baik seorang pelajar bisa belajar menggunakan buku bekas. Sehingga uang yang seharusnya kita gunakan untuk membeli buku baru bisa kita tabung untuk membeli kebutuhan lainnya.
Ditemui di sebuah kawasan di Tangerang, Zarudin Hutagalung (68) menceritakan jatuh bangunnya membesarkan toko buku bekas.  Toko buku yang sudah ada sejak tahun 1993 hingga saat ini didirikan, ternyata sempat digusur oleh camat sekitar pada tahun 2006 karena dianggap mengganggu lingkungan sekitar. Akhirnya dengan usaha dan kerja keras, beliau bisa mendirikan dan membangun kembali tokonya. Bahkan kini toko bukunya terlihat lebih besar.
Beliau memilih menjadi penjual buku bekas karena ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa sesuatu yang dijadikan sampah oleh orang lain bisa menjadi harta untuk yang lain. Kebanyakan dari kalangan pelajar yang lebih sering membeli buku disini. Karena koleksi buku yang cukup lengkap banyak pembeli dari luar tangerang yang membeli di toko ini. Koleksi buku mulai dari buku pelajaran untuk TK sampai untuk buku kuliah pun ada, kamus, majalah bekas, dan masih banyak lagi.
Selain buku bekas disini juga terdapat buku baru, hanya saja jumlahnya sedikit. Karena biasanya pembeli datang kesini untuk mencari buku bekas, bukan buku yang masih baru. Sedangkan untuk stok buku bekas, beliau mendapatkannya dari mengumpulkan buku bekas di rumah-rumah warga. Selain itu juga ada buku yang dibeli dari pengumpul, hanya saja kualitasnya kurang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar